Sabtu, 28 Mei 2011

PENGERTIAN MANUSIA DAN PENDERITAAN

PENGERTIAN MANUSIA DAN PENDERITAAN
1. PENDERITAAN
Penderitaan dari kata derita, kata derita itu berasal dari bahasa sansekerta “dhara” yang artinya menahan, menanggung. Derita berarti menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenengkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir-batin, misalnya keluh, kesah, kesengsaraan, keleparan, kekenyangan, kepanasan, kedinginan dan lain-lain.
Contoh penderitaan yang terjadi pada diri manusia antara lain :
1. Derita kehidupan yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW, mulai dari dalam kandungan sampai lahir didunia menjadi yatim-piatu.
2. Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsanya.
3. Bung Hatta dalam memperjuangkan kemerdekaan negara dan bangsanya.
4. dan lain-lain.

B. PENDERITAAN DAN NODA DOSA PADA HATI MANUSIA.
Penderitaan dapat pula timbul akibat noda dosa pada hati manusia. Menurut imam Al Ghazali dalam kitabnya ihya’ulumuddin, orang yang suka iri hati, hasad dan dengki akan menderita lahir-batin, dan selalu akan merasa tidak puas dan tidak kenal berterimakasih. Allah SWT telah memberi ilmu dan kekayaan atau kekuasaan-Nya. Karena itu, penderitaan-penderitaan lahir ataupun batin akan selalu menimpa orang-orang yang selalu menimpa oarang-orang yang mempunyai sifat iri hati, hasad, dengki, selama hidupnya sampai akhir kelak.
Hal lain yang menimbulkan derita terhadap seseorang adalah merasakan suatu keinginan atau dorongan yang tidak dapat diterima atau menimbulkan keresahan, gelisah atau derita.

C. SUMBER PENDERITAAN.
1. Hakikat Manusia
Manusia pada hakikatnya adalah mahluk hidup yang memiliki kepribadian yang tersusun dari perpaduan dan saling berhubungan dan pengaruh-mempengaruhi antara unsur-unsur jasmani dan rohani, sehingga pada jasmani dan rohani tersebun dapat timbul sebuah penderitaan. Jasmani disebut juga sebagai tubuh, wadah, jasad, materi, atau unsur kongkrit dan merupakan unsur yang hidup pada diri manusia. Sedangkan Rohani sering disebut dengan istilah lain seperti jiwa, badan halus, dan merupakan unsur yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindra manusia tetapi menjiwai, memimpin, mendasari unsur-unsur pribadi manusia. Rohani memiliki alat dan kemampuan seperti :
o Nafsu
Nafsu adalah semua dorongan yang ditimbulkan oleh segala macam kebutuhan, termasuk insting, sehingga menimbulkan keinginan.
o Perasaan
Perasaan merupakan gejala pesikis, dan timbul di dalam batin akibat kontak antara manusia dengan lingkungannya.
o Pikiran
Pikiran disebut juga akal, budi. Dengan pikiran ini memungkinkan manusia dapat mempertimbangkan, membedakan dan mengambil sebuah keputusan yang berdasarkan alasan-alasan pada diri masing-masing.
o Kemauan
Kemauan disebut juga kehendak yang memungkinkan manusia untuk memilih.
2. Dorongan Memenuhi Kebutuhan Sebagai Sumber Penderitaan.
Dalam memenuhi kebutuhan perlu adanya sebuah dorongan untuk mempertahankan keberadaan serta kehidupannya, yang tidak lepas dari unsur-unsur pribadi manusia tersebut.

D. SIKSAAN
Siksaan bisa disebut juga ancaman, peringatan, ujian, cobaan, dari sang pencipta kepada manusia. Adapun jenis-jenis siksaan atau cobaan antara lain adalah sebagai berikut :
1. Peringatan Rosul SAW, tentang kehidupan dunia.
2. Cobaan Allah SWT hidup di dunia.
3. siksaan Allah SWT di akhirat.

E. RASA SAKIT
1. Sakit Merupakan Sunnatullah
Sakit merupakan keadaan yang senantiasa dialami oleh hampir semua manusia. Dengan merasa sakit, manusia tahu dan sadar akan pentingnya keadaan sehat. Sehingga ia mau mensyukuri nikmat sehat tersebut. Keadaan sakit merupakan sunnatiallh yang mengikuti hukum sebab-sebab dari Allah SWT. Misalnya cacat lahir, penyakit infeksi dan lain sebagainya.
2. Sakit Merupakan Ujian
Hadis Riwayat HR. Ibnu Majah dan Turmudzi
“Sesungguhnya bila Allah SWT. mencintai suatu kaum, dicoba-Nya dengan berbagai cobaan. Dan barang siapa yang tidak ridhla, maka mereka akan memperoleh murka Allah SWT”.
3. Sakit Sebagi Penebus Dosa
Hadis Riwayat HR. Muslim
“Tidak ada satu musibah yang menimpa seseorang mukmin walaupun hanya tertusuk duri atau lebih dari itu, kecuali Allah tingkatkan derajadnya dan dihapuskan dosanya”.
4. Sakit Sebagi Peringatan
Misalnya ketika manusia dalam hidupnya sudah menyimpang dan sudah keluar dari ajaran agama, sehingga Allah SWT menurunkan sebuah penyakit untuk menyadarkannya dan supaya kembali kepada jalan yang lurus.
5. Sakit Sebagi Azab
Contohnya ketika sebuah masyarakat yang banyak melakukan kezaliman yang sangat berlunta-lunta, sehingga pada dusun atau negara tersebut di beri sebuah azab, seperti adanya wabah penyakit yang sulit penyembuhannya.
6 Upaya Penyembuha
a. Allah SWT yang menentukan kesembuhan
b Manusia wajib untuk berikhtiar seperti pengobatan, perewatan dan lain-lain.

F. NERAKA
Neraka adalah Darul Azab, yakni tempat siksaan bagi orang yang berbuat dosa, durhaka, dan orang yang ingkar kepada AllahSWT. Allah SWT akan memberi balasan kepada orang-orang yang taat dan berbakti kepada kenikmatan, yaitu surga. Dan begitu pula sebaliknya bagi orang yang durhaka yaitu neraka.
Ada beberapa jenis neraka yang tiap-tiap namanya mempunyai tingkatan sendiri-sendiri, diantaranya, ialah :
1. Neraka Jahanam
Neraka Jahanam adalah neraka yang melingkungi orang-orang yang disiksa didalamnya dari segala jurusan. Neraka ini adalah tingkatan yang diatas sekali.nama jahanam dipakai untuk seluruh nama api neraka, mulai tingkat yang paling atas sampai pada tingkat yang paling bawah dan merupakan tutup dan hambatan.
Sifat-sifat neraka jahanam seperti telah diriwayatkan dalam sebuah hadis bahwa Rasuallah SAW bersabda : “malaikat jibril telah datang kepadaku maka aku berkata kepadanya : “wahai jibril, berikanlah kepadaku sifat-sifat neraka jahanam itu”. Malaikat jibril berkata : “Sesungguhnya Allah SWT, telah menciptakannya dan menyelamatkannya dengan api selama seribu tahun sehingga menjadi berwarna merah, kemudian menyalakannya seribu tahun sehingga berwarna putih, lalu menyalakannya pula selama seribu tahun lagi sehingga berwarna hitam seperti malam yang gelap, nyalanya tidak pernah berhenti, dan baranya tidak pernah padam.
2. Neraka Ladlo
Syekh Dahak al Ahbar menyatakan bahwa neraka jahanam itu berada ditingkat paling atas sekali, sedangkan tingkat yang kedua yaitu neraka ladlo. Di dalam neraka ladlo itulah tempat orang yang mendustakan agama, orang-orang yang menumpuk-numpuk harta kekayaan, tetapi tidak mau mengeluarkan dan menafkahkan kejalan yang benar.
3. Neraka Huthamah
Neraka Huthamah adalah neraka tingkat tiga. Dan didalamnya yaitu tempat orang yang lalai mengerjakan perintah tuhan, karna terpengaruh oleh harta dunia.
4. Neraka Sa’ir
Neraka sa’ir adalah neraka tingkat empat yang didalamnya ditempatkan orang-orang yang memakan harta anak yatim, dan didalam neraka ia menjadi buta, tuli, bisu, karena saking dasyatnya siksa tersebut.
5. Neraka Saqar
Neraka Saqar adalah neraka tingkat lima yang didalamnya dicampakkan orang yang tidak solat, orang yang tidak mau memberi makan orang miskin, orang yang membicarakan perkara batil dan orang-orang yang mendustakan hari pembalasan.
6. Neraka Jahiem
Neraka Jahiem adalah neraka tingkat ke enam yang didalamnya ditempatkan orang-orang kafir, orang yang mendustakan agama, yaitu orang islam yang berdosa. Mereka melanggar larangan allah seperti berzina, meminum khamer, membunuh tanpa hak dan sebagainya.
7. Neraka Hawiyah
Neraka Hawiyah adalah neraka tingkat ke tiujuh yang terletak dipaling bawah sekali. Istilah jawa “intipe neraka”. Yang didalamnya terdapat orang-orang yang berdosa berat, yaitu orang-orang yang menjadi musuh Nabi dan orang-orang munafik.

SUMBER : http://tulisendw.blogspot.com/2010/02/manusia-dan-penderitaan.html

MACAM-MACAM KEINDAHAN :)

Macam-MACAM keindahan

Kata keindahan berasal dari kata indah, yang mempunyai arti bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, warna, dan sebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Dalam seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan. Nilai estetik adalah nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan. Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/contributory value), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.

Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan, dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kedua dasar ini dihubungkan dengan bentuk di luar diri manusia, maka akan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah. Sesuatu yang indah itu memikat atau menarik perhatian orang yang melihat dan mendengar. Bentuk diluar diri manusia itu berupa karya budaya yaitu karya seni lukis, suara, tari sastra, drama dan film, atau berupa ciptaan Tuhan misalnya pemandangan alam, bunga warna-warni, dan lain-lain. Pengalaman "keindahan" sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau "keindahan itu berada pada mata yang melihatnya." Kata benda Yunani klasik untuk "keindahan " adalah κάλλος, kallos, dan kata sifat untuk "indah" itu καλός, kalos. Kata bahasa Yunani Koine untuk indah itu ὡραῖος,hōraios, kata sifat etimologis berasal dari kata ὥρα, hora, yang berarti "jam." Dalam bahasa Yunani Koine, Sebuah buah yang matang (pada waktunya) dianggap indah, sedangkan seorang wanita muda mencoba untuk tampil lebih tua atau seorang wanita tua mencoba untuk tampil lebih muda tidak akan dianggap cantik. Dalam bahasa Yunani Attic, hōraios memiliki banyak makna, termasuk "muda" dan "usia matang."

Wanita yang elok rupanya disebut "cantik" atau "ayu", sementara pria yang rupawan disebut "tampan" atau "ganteng" di dalam masyarakat. Sifat dan ciri seseorang yang dianggap "elok", apakah secara individu atau dengan konsensus masyarakat, sering didasarkan pada beberapa kombinasi dari Inner Beauty (keelokan yang ada di dalam), yang meliputi faktor-faktor psikologis seperti kepribadian, kecerdasan, keanggunan, kesopanan, kharisma, integritas, dan kesesuaian, dan Outer Beauty (keelokan yang ada di luar), yaitu daya tarik fisik yang meliputi faktor fisik, seperti kesehatan, kemudaan, simetri wajah, dan struktur kulit wajah.

Standar kecantikan/ketampanan selalu berkembang, berdasarkan apa yang dianggap suatu budaya tertentu sebagai berharga. Namun manusia yang relatif muda, dengan kulit halus, tubuh proporsional, dan fitur biasa, secara tradisional dianggap paling elok sepanjang sejarah.

http://id.wikipedia.org/wiki/Keindahan
http://vandredi-blog.blogspot.com/2010/04/manusia-dan-keindahan.html

KONTEMPLASI ITU APA YAAA ???

KONTEMPLASI DAN EKSTANSI ITU ????
Konon meditasi itu banyak menolong. Tapi saran orang, meditasi itu perlu mengosongkan pikiran. Dan saya selalu kesulitan mengosongkan pikiran. Jadi susah. Maka saya mengganti meditasi dengan doa dan kontemplasi. Kontemplasi itu mirip dengan meditasi tapi tidak sepenuhnya mengosongkan pikiran. Kontemplasi lebih pada merasakan kehadiran Tuhan, memikirkan dan merenungkan konsep kehidupan. Mengevaluasi diri. Menghayati jalannya hidup kita. Sebenarnya saya sudah lama dengar konsep kontemplasi. Tapi baru belakangan saya menyadari kebutuhan saya akan kontemplasi ini.
Ceritanya, saya baru sadar betapa kita hidup sering seperti robot. Menjalankan algoritma. Menjalankan kebiasaan. Habits. Saya ambil contoh, bertahun-tahun saya selalu mengambil rute yang sama dari rumah ke kampus dan kembalinya. Selalu rute itu. Dulu sebelum ada jalan layang, rute saya selalu dari Gunung Batu, ke terusan Pasteur, Wastukencana, Tamansari, Kebon Binatang dan belok ke Ganesha. Kembali nya juga lewat rute yang sama.
Sampai suatu hari saya memutuskan untuk pulang lewat Siliwangi, Cipaganti, Cemara, Karang Setra, Setrasari, Surya Sumantri, baru ke Gunung Batu. Dan rute ini sering lebih lancar ketimbang macet di Tamansari bawah. Saya masih ingat perasaan saya waktu ganti rute, seakan-akan saya pindah kota. Lebih segar.
Ternyata ada banyak sekali yang kita lakukan itu adalah kebiasaan. Habits. Tidak mikir lagi. Tidak ada evaluasi. Seperti robot. Memang semua habits itu banyak berguna. Kita bisa cepat melakukan sesuatu. Tidak pusing. Tanpa mikir. Dan sudah terlatih. Tapi habits itu bisa membuat kita terjebak, tidak maju, merasa stagnan, dan bahkan seakan-akan hidup tanpa kemajuan.
Jalan keluarnya adalah kontemplasi. Melalui kontemplasi, kita merenungkan siapa kita, apa panggilan hidup kita, apa sebenarnya dunia ini, apa kedudukan kita di dunia ini. Melalui kontemplasi, saya bisa bebas mempersoalkan semua kepercayaan dan asumsi saya mengenai hidup ini. Melalui kontemplasi, saya bisa mengenali semua yang menghantui hidup saya, dan mencari jalan untuk mengusir hantu-hantu itu. Melalui kontemplasi, saya bisa membangun penerimaan dan citra diri yang lebih mulia. Melalui kontemplasi, saya bisa memilih jalan-jalan baru yang ingin saya tempuh. Melalui kontemplasi, saya menyadari betapa beruntungnya saya, betapa banyak berkat saya.
Kontemplasi ini menghasilkan hal-hal yang istimewa dan ajaib dalam kehidupan kita. Jadi kalau anda merasa hidup anda sesak, lumpuh, tidak menarik, tidak berkembang, tidak ada kemajuan, maka anda sedang terjebak dalam hidup dari kebiasaan, hidup otomatis, hidup robotik. Saya ingin mengajak anda untuk melakukan kontemplasi setiap hari. Merenungkan apa hakekat hidup anda.
Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasa, dan menikmati sesuatu yang indah. apabila kedua dasar ini dihubungkan dengan bentuk di luar diri manusia, maka akan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah. Sesuatu yang indah itu memikat atau menarik perhatian orang yang melihat, atau pun mendengar. Bentuk di luar diri manusia itu berupa karya budaya yaitu karya seni lukis, seni suara, seni tari, seni sastra, seni drama dan film atau berupa ciptaan Tuhan, misalnya pemandangan alam, bunga warna-warni dan lain sebagainya.

Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kotemplasi itu adalah faktor pendorong untuk menciptakan keindahan. Sedangkan ekstansi itu merupakan faktor pendorong untuk merasakan menikmati keindahan karena derajat kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia, maka tanggapan terhadap keindahan karya seni juga berbeda-beda. Mungkin orang yang satu mengatakan karya seni itu indah, tetapi orang lain mengatakan karya seni itu tidak atau kurang indah. Karena selera seni berlainan. Bagi seorang seniman selera seni lebih dominan dibandingkan dengan orang bukan seniman. Bagi orang bukan seniman, mungkin kata ekstansi lebih menonjol. Jadi, ia lebih suka menikmati karya seni daripada menciptakan karya seni. Dengan kata lain, ia hanya mampu menikmati keindahan tetapi tidak mampu menciptakan keindahan.

SUMBER : http://azrl.wordpress.com/2009/11/18/kontemplasi/

KEINDAHAN ITUUU ????

KEINDAHAN ITU APA SIIIH ??
Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Pengalaman "keindahan" sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau "keindahan itu berada pada mata yang melihatnya.""[1]
Kata benda Yunani klasik untuk "keindahan " adalah κάλλος, kallos, dan kata sifat untuk "indah" itu καλός, kalos. Kata bahasa Yunani Koine untuk indah itu ὡραῖος, hōraios, kata sifat etimologis berasal dari kata ὥρα, hora, yang berarti "jam." Dalam bahasa Yunani Koine, keindahan demikian dikaitkan dengan "berada di jam (waktu) yang sepatutnya."
Sebuah buah yang matang (pada waktunya) dianggap indah, sedangkan seorang wanita muda mencoba untuk tampil lebih tua atau seorang wanita tua mencoba untuk tampil lebih muda tidak akan dianggap cantik. Dalam bahasa Yunani Attic, hōraios memiliki banyak makna, termasuk "muda" dan "usia matang."
Keindahan tentu berhubungan dengan seni. Karena salah satu yang pasti dari seni itu adalah terciptanya suatu keindahan unutk dilihat atapun didengar. Berkut ini pengertian seni dari beberapa pasa ahli yaitu :
1. Menurut Alexander Baum Garton Seni adalah keindahan dan seni adalah tujuan yang positif menjadikan penikmat merasa dalam kebahagiaan.
2. Emanuel Kant Seni adalah sebuah impian karena rumus rumus tidak dapat mengihtiarkan kenyataan.
3. Menurut Leo Tolstoy Seni adalah menimbulkan kembali perasaan yang pernah dialami.
4. Menurut Aristoteles Seni adalah bentuk pengungkapannya dan penampilannya tidak pernah menyimpang dari kenyataan dan seni itu adalah meniru alam.
5. Ki Hajar Dewantara Seni merupakan hasil keindahan sehingga dapat menggerakkan persasaan indah orang yang melihatnya, oleh karena itu perbuatan manusia yang dapat mempengaruhi dapat menimbulkan perasaan indah itu seni.
6. Drs. Popo Iskandar berpendapat, seni adalah hasil ungkapan emosi yang ingin disampaikan kepada orang lain dalam kesadaran hidup bermasyarakat / berkelompok
7. Ahdian Karta Miharja, seni adalah kegiatan rohani yang merefleksikan realitas dalam suatu karya yang bentuk dan isinya mempunyai untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam rohaninya penerimanya
8. Plato dan Rousseau berpendapat, seni adalah hasil peniruan dari alam dengan segala seginya
9. Brade(1956) seni adalah pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan karya yang membahagiakan jiwa spritual manusia
10. Langer (1964) seni adalah kegiatan untuk menciptakan sesuatu yang dapat dipahami olehperasaan manusia bentuknya berupa lukisan, patung, arsitektur, musik, drama, tari, film dll.
11. Read (1968) seni adalah kemahiran dalam menciptakan aneka bentuk untuk menggembirakan orang lain
12. Parker (1964) seni adl eksprsi sebuah pengalaman nyata yang memiliki nilai yang berdiri sendiri yang dapat ditangkap oleh panca indera.
13. M.Adler : sesuatu yang meberi kita kesenangan.
14. T.Aquines : sesuatu yang apabila dilihat mebuat senang
15. J.Bushnel : kualitas yang mendatangkan apresiasi
16. S.Coleridge : perpaduan sesuatu yang baik.
17. F.Hegel : identitas yang sepurna dan nyata
18. Michellengolo: penyingkiran hal yang berlebihan
19. Frans H: sesuatu yang dapat meberi ide dan gagasan
20. Jonhson: Perimbangan bagin yang menyenangkan
21. I Kant : sesuatu yang menyengakan sketika, dan semesta.
22. Eric W: Gejala yang dapat dicerna oleh indra dengan baik.
23. Herbert bentuk pencerapan indrawi manusia yang senang
24. J.Ruskin : benda yang dapat memberi kesenanga

Keindahan adalah sesuatu yang menarik jiwamu. Keindahan adalah cinta yang tidak memberi namun menerima. Ketika engkau menemukan Keindahan, engkau akan merasakan tangan-tangan yang ada dalam jiwamu digerakkan untuk membawa keindahan ke dalam relung hatimu. Itulah keagungan yang merupakan perpaduan penderitaan dan kebahagian; yang tak terlihat yang bisa engkau lihat dan ketidakjelasan yang bisa engkau mengerti; dan kesunyian yang bisa engkau dengar - itulah tersuci dari yang tersuci yang bermula didalam dirimi sendiri dan berakhir dengan sangat luas melebihi imajinasi duniawimu. Keindahan adalah keselarasan antara sukacita dan dukacita yang bermula dari hati kita tersuci dari yang tersuci diluar wilayah imajinasi kita.
SUMBER : http://azrl.wordpress.com/2009/11/18/keindahan/

TAHUKAH KAMU ??? GEJALA KEKALUTAN MENTAL ????

WASPADAI GEJALA KEKALUTAN MENTAL !!

Penderitaan batin dalam ilmu Psikologi dikenal sebagai kekalutan mental (mental disorder). Menurut Dra. Kartini Kartono dalam bukunya Psikologi Abnormal & Pathologi Seks, dirumuskan bahwa yang disebut kekalutan mental adalah sebagai berikut;
a. Bentuk gangguan dan kekacauan fungsi mental, atau kesehatan mental yang disebabkan oleh gangguan kegagalan bereaksinya mekanisme adaptasi dari fungsi-fungsi kejiwaan terhadap stimuli ekstern dan ketegangan-ketegangan, sehingga muncul gangguan fungsi atau gangguan struktur dari suatu bagian, satu organ, atau sistem kejiwaan/mental.
b. Merupakan totalitas kesatuan ekspresi proses kejiwaan/mental yang patologis terhadap stimuli sosial, dikombinasikan dengan faktor-faktor kausatif sekunder lainnya (Patologi = Ilmu penyakit).
Secara sederhana, kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persolan yang harus diatasi, sehingga yang bersangkutan bertingahlaku secara kurang wajar. Misalnya, seseorang yang tidak mampu menjawab sebuah pertanyaan ujian, menggigit-gigit pensil.
Gejala-gejala permulaan pada orang yang mengalami kekalutan mental adalah sebagai berikut ;
a. Jasmaninya sering merasakan pusing-pusing, sesak napas, demam dan nyeri pada lambung.
b. Jiwanya sering menunjukkan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah sebagai berikut :
a. Gangguan kejiwaan akan nampaak dalam gejala-gejala kehidupan penderita, baik pada jasmani maupun rohaninya.
b. Usaha mempertahankan diri dilakukan dengan cara negatif (escape mechanism), yaitu mundur atau lari (menghindarkan diri), sehingga cara bertahan dirinya tentu salah. Hal ini akan berbeda apabila terjadi pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan, yang apabila menghadapi pesoalan justru akan segera memecahkan persoalan sehingga tidak menekan perasannya. Jadi, bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan (problem solving).
c. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown), dan yang bersangkutan mengalami disorder (tidak semestinya atau gangguan).
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental dapat disebutkan sebagai berikut :
a. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal-hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri, yang berangsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Hal ini banyak terjadi pada orang-orang melankolis.
b. Terjadinya konflik sosial-budaya akibat adanya norma yang berbeda antara yang bersangkutan dan yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi, misalnya orang dari pedesaaan yang telah mapan sulit menerima keadaan baru yang jauh berbeda dari masa lalunya yang jaya.
c. Cara pematangan bathin yang salah dengan memberikan reaksi berlebihan terhadap kehidupan sosial; overacting sebagai overkompensasi dan tampak emosional. Sebaliknya ada yang underacting sebagai rasa rendah diri yang lari ke alam fantasi.
Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh sesorang dapat mendorongnya ke arah berikut ini :
1. Positif, bila trauma (luka jiwa) yang dialami seseorang akan dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup. Misalnya, melakukan shalat Tahajud bagi umat Islam waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi, atau melakuka kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan (Dalam pepatah dikatakan; Hendaknya jatuh tupai janganlah sampai jatuh tapai!).
2. Negatif, bila trauma yang dialami tidak dapat dihilangkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustrasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk frustrasi yang dialami orang dewasa antara lain sebagai berikut :
1. Agresi, serangan berupa kemarahan yang meluap akibat emosi yang tidak terkendalikan. Secara fisik berakibat mudah terjadinya hipertensi (tekanan darah tinggi), atau melakukan tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.
2. Regresi, kembali pada pola reaksi yang primitif atau kekanak-kanakan (infantil), misalnya dengan menjerit-jerit, menangis sampai meraung-raung dan merusak barang-barang.
3. Fiksasi, peletakan atau pembatasan pada satu pola yang sama (tetap), misalnya dengan membisu, memukul-mukul dada sendiri dan membentur-benturkan kepala pada benda keras.
4. Proyeksi, usaha mendapatkan, melemparkan atau memproyeksikan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain. Kata pepatah : awak yang tidak pandai menari, dikatakan lantai yang terjungkat.
5. Indentifikasi, menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imajinasi, misalnya dalam kecantikan, yang bersangkutan menyamakan dirinya dengan bintang film, atau dalam soal harta kekayaan dengan pengusaha kaya yang sukses.
6. Narsisme, self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari pada orang lain.
7. Autisme, gejala menutup diri secara total dari dunia riil, tidak ingin berkomunikasi dengan orang luar, dan merasa tidak puas dengan fantasinya sendiri yang dapat menjurus pada sifat yang sinting.
Oleh karena itu, penderita kekalutan mental lebih banyak terdapat dalam lingkungan :
a. Kota-kota besar banyak memberikan tantangan-tantangan hidup yang berat, sehingga orang merasa dikejar-kejar dalam memenuhi keperluan hidupnya. Akibatnya, sebagian orang tidak mau tahu penderitaan orang lain, timbullah egoisme yang merupakan salah satu ciri masyarakat kota.
b. Anak-anak usia muda tidak berhasil dalam mencapai apa yang dikehendaki atau diidam-idamkan, karena tidak berimbanganya kemampuan dengan tujuannya, dan karena belum berpengalaman. Orang-orang usia tua pun sering mengalami penderitaan dalam kenyataan hidupnya, akibat norma lama yang dipegangnya secara teguh sudah tidak sesuai dengan norma baru yang tengah berlaku.
c. Wanita umumnya lebih mudah merasakan suatu masalah dan memendamnya di dalam hati (introver). Namun, sulit mengeluarkan perasaannya tersebut, sementara mereka memiliki kondisi tubuh yang lebih lemah. Hal ini mengakibatkan mereka banyak memendam masalah dalam hati, sehingga tidaklah mengherankan kalau kaum wanita banyak yang menjadi penderita psikosomatik (penyakit akibat gangguan kejiwaan) dari pada kaum pria.
d. Orang-orang yang tidak beragama tidak memiliki keyakinan bahwa diatas dirinya ada kekuasaan yang lebih tinggi sehingga sikap pasrah pada umumnya tidak dikenalnya. Dalam keadaan yang sulit, orang seperti ini mudah sekali megalami penderitaan, diperkirakan bahwa jumlah penderita golongan ini mencapai 40 %.
e. Orang yang terlalu mengejar materi, seperti pedagang dan pengusaha, selalu memiliki sifat ‘gigiah’ dalam memperoleh tujuan kegiatanya, yaitu mencari untung sebanyak mungkin. Mereka adalah kaum materialis dan biasanya mengabaikan masalah spiritual yang justeru membuat seseorang pasrah pada saat-saat tertentu.
Cara-cara untuk menghindarkan diri dari frustrasi antara lain adalah sebagai berikut :
a. Seseorang harus memelihara kesehatan jiwa (mental health) yang memiliki ciri-ciri seperti memelihara tujuan hidup, bergairah namun tetap serta harmonis, ada keseimbangan antara kemampuan dan tujuan, memiliki integrasi dan regularisasi tehadap struktur kepribadian, dan efisien dalam tindakan-tindakannya.
b. Melatih berpikir dan berbuat wajar tanpa menggunakan defence mechanism atau escape mechanism yang negatif. Artinya hanya bersifat pertahanan mundur yang pada suatu saat akan mengakibatkan seseorang terpojok sendiri. Untuk menghindari hal tersebut, salah satu cara yang baik adalah dengan melakukan positive thinking, yaitu suatu cara untuk memecahkan persoalan dengan berpikir jauh ke depan (futuristis).
c. Berani mengatasi kesulitan sebagai respons terhadap challenge (tantangan) yang dihadapi agar dirinya survive dalam kehidupan. Keberhasilan seseorang dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi akan membuat dirinya menjadi puas.
d. Berkomunikasi dengan orang lain, terutama dengan para ahli (Psikiater). Lebih dari itu adalah menghilangkan himpitan perasaan untuk memperoleh petunjuk dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi, selain dengan para ahli, cara mengatasi persoalan juga dapat dilakukan dengan berkomunikasi dengan kawan akrab. Kawan akrab dapat diajak bertukar pikiran, sehingga bisa membantu dalam meringankan suatu masalah, misalnya frustrasi. Dalam banyak hal, kawan akrab selalu menampung segala rasa, terutama rasa yang tidak menyenangkan, misalnya penderitaan. Bahkan, pada saat yang diperlukan dapat juga memberikan nasihat yang dibutuhkan.
Beberapa istilah yang sering dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari, berkaitan dengan soal kekalutan adalah obsesi dan kompulsi. Obsesi adalah ketakutan yang selalu membayangi penderitanya, ia tidak mampu melepakan dirinya dari ketakutan tersebut dan tidak mampu pula mengatasinya. Misalnya, seseorang yang tahu bahwa dia menderita kanker, setiap saat yang terbayang adalah kematian yang mengerikan, penderitaannya makin berat ketika ia mendengar atau membaca soal kanker.
Kompulsi adalah perbuatan yang didasari sebagai hal yang irasional (tidak masuk akal), tetapi dilakukan juga diluar kesadarannya akibat dari adanya obsesi yang dideritanya. Misalnya orang latah, yang diluar kesadarannya berkata jorok karena ada obsesi ketidak puasannya soal seks, orang kleptomania adalah orang-orang yang suka mengambil barang-barang kecil dan kurang berharga para waktu kecilnya kurang mendapatkan dari orang tuanya.
Penderitaan maupun siksaan yang dialami oleh manusia memang merupakan beban berat, mengakibatkan seseorang seolah-olah merasa bahwa dunia ini benar-benar merupakan neraka dalam hidupnya. Oleh karena itu, biasanya terlontar kata-kata lebih baik mati daripada hidup. Dengan pengertian bahwa dengan kematian, berakhirlah penderitaan yang dialaminya. Itulah sebabnya, mereka yang terlalu menderita dan merasa putus asa, lalu mengambil jalan “pintas”, yaitu bunuh diri.
Benarkah orang yang telah meninggal, terutama yang memakai jalan bunuh diri sudah lepas dari penderitaan? Jawabannya tidak, karena ajaran agama pada umumnya mengatakan bahwa Tuhan tidak dapat menerima mereka yang bunuh diri di surga, karena bunuh diri dianggap telah melampaui-Nya dalam menentukan nasib.

SUMBER : http://anthoine.multiply.com/journal/item/120/KEKALUTAN_MENTAL

Selasa, 19 April 2011

Tahukah anda tentang Prosa Lama ???

PROSA LAMA ???
PUISI dan prosa sering dianggap sebagai sepasang ”lawan kata”. Bahkan, tak hanya itu, puisi dianggap lebih tinggi dari prosa. Yang ”puitis” umumnya berkonotasi positif, sedangkan yang ”prosaik” sebaliknya. Mengapa bisa demikian? Dan betulkah puisi dan prosa adalah sepasang ”lawan kata”?

Mungkin kerja sastra yang telah berabad-abad lamanya mengukuhkan dikotomi itu. Puisi digubah dengan kesadaran yang intens (bahkan ”neurotik”) terhadap bahasa, sementara prosa ditulis dengan fokus utama terhadap ”isi” (cerita, perwatakan, argumen, dan sebagainya) dan konon perhatian seperlunya saja terhadap bahasa. Jika puisi adalah sebentuk komposisi berirama, maka seolah-olah prosa ditulis tanpa irama. Jika puisi menggarap unsur bunyi (juga sunyi) dan citraan serta pilihan kata secara ketat, maka semua hal itu seakan-akan tak terjadi pada prosa. Dengan kata lain: jika bahasa berlaku sebagai ”pemeran pembantu” dalam prosa, maka dalam puisi bahasa adalah ”pemeran utama”. Ada kalanya muncul kiasan lain: prosa adalah bahasa dalam bentuk cair, puisi adalah bahasa dalam bentuk padat.

Pandangan semacam itu mungkin tak sepenuhnya keliru, tapi memang sangat menyederhanakan, tak setimbang, dan akhirnya bisa menyesatkan. Sebab, dilihat dari sisi seberang, bisa tampak gambaran sebaliknya. Puisi adalah ungkapan bahasa yang gemar bersolek, aneh, samar-samar, bahkan gelap, sementara prosa adalah ungkapan bahasa yang wajar dan terang, makin wajar dan terang-benderang, makin baguslah prosa itu. Puisi mengigau sendiri; prosa berkomunikasi. Puisi doyan melanggar konvensi, dengan tameng licentia poetica; sedangkan prosa mesti mantap menjalankan tata bahasa (tanpa mengenal licentia prosaica). Dan seterusnya.

Daftar bias dari satu dan lain pihak tentu bisa diperpanjang. Namun, ada baiknya itu diperlakukan sebagai semacam permainan ”melihat dengan sebelah mata” secara bergantian—sebelum akhirnya kedua belah ”mata” dibuka lebar hingga tampaklah segenap kedalaman dan ukuran secara lebih jernih dan tajam.

Puisi dan prosa mungkin saja adalah ”kawan” sekaligus ”lawan”: berseberangan, berdekatan, bergelutan, tapi toh menghirup udara yang sama. Ritme atau irama, misalnya—pola ungkap yang menentukan karakter ”suara” sebuah karya sastra—nyatanya bisa hadir baik dalam puisi maupun prosa. Pentingnya diksi yang jitu serta susunan yang padu juga berlaku bagi keduanya. Prosa yang mantap, sebagaimana puisi yang kuat, sama-sama mengolah segenap unsurnya hingga ke taraf ”puncak pas”, tak lebih dan tak kurang.

Sementara itu, hubungan antara puisi dan prosa telah berlangsung jauh dan dalam pelbagai cara, kadang dalam kelindan ataupun bauran yang tak sederhana. Tak sedikit pula sastrawan yang sesekali atau banyak kali bergerak di wilayah kelabu antara puisi dan prosa, misalnya menulis karya yang lazim disebut prosa lirik atau prose poem. Demikianlah, prosa bisa merasuki puisi, atau sebaliknya, saling meresap dan bersenyawa, dan menjelmakan pelbagai jenis hibrida yang membuat pemilahan (maupun pemeringkatan) antara puisi dan prosa, antara yang ”puitis” dan yang ”prosaik”, mesti dipertanyakan lagi, terus-menerus.
Prosa terbagi jadi beberapa macam, salah satuya adalah prosa lama. Berikut ini adalah macam contoh prosa lama :
Prosa Lama, seperti :
• Dongeng
Dongeng merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya. Dongeng juga merupakan dunia hayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Terkadang kisah dongeng bisa membawa pendengarnya terhanyut ke dalam dunia fantasi, tergantung cara penyampaian dongeng tersebut dan pesan moral yang disampaikan. Kisah dongeng yang sering diangkat menjadi saduran dari kebanyakan sastrawan dan penerbit, lalu dimodifikasi menjadi dongeng modern. Salah satu dongeng yang sampai saat ini masih diminati anak-anak ialah kisah 1001 malam dengan tokohnya bernama Abunawas. Sekarang kisah asli dari dongeng tersebut hanya diambil sebagian-sebagian, kemudian dimodifikasi dan ditambah, bahkan ada yang diganti sehingga melenceng jauh dari kisah dongeng aslinya, kisah aslinya seakan telah ditelan zaman.
• Legenda
Legenda (Latin legere) adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang enpunya cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu, legenda sering kali dianggap sebagai "sejarah" kolektif (folk history). Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah, maka legenda harus dibersihkan terlebih dahulu bagian-bagiannya dari yang mengandung sifat-sifat folklor Menurut Pudentia, legenda adalah cerita yang dipercaya oleh beberapa penduduk setempat benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci atau sakral yang juga membedakannya dengan mite. Dalam KBBI 2005, legenda adalah cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah. Menurut Emeis, legenda adalah cerita kuno yang setengah berdasarkan sejarah dan yang setengah lagi berdasarkan angan-angan. Menurut William R. Bascom, legenda adalah cerita yang mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan mite, yaitu dianggap benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci. Menurut Hooykaas, legenda adalah dongeng tentang hal-hal yang berdasarkan sejarah yang mengandung sesuatu hal yang ajaib atau kejadian yang menandakan kesaktian.
• Mite
Mitos atau mite(myth) adalah cerita prosa rakyat yang tokohnya para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain pada masa lampau dan dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Mitos pada umumnya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, dunia, bentuk khas binatang, bentuk topografi, petualangan para dewa, kisah percintaan mereka dan sebagainya.Mitos itu sendiri, ada yang berasal dari indonesia dan ada juga yang berasal dari luar negeri. Mitos yang berasal dari luar negeri pada umumnya telah mengalami perubahan dan pengolahan lebih lanjut, sehingga tidak terasa asing lagi yang disebabkan oleh proses adaptasi karena perubahan zaman. Menurut Moens-Zoeb, orang jawa bukan saja telah mengambil mitos-mitos dari India, melainkan juga telah mengadopsi dewa-dewa Hindu sebagai dewa Jawa. Bahkan orang Jawa pun percaya bahwa mitos-mitos tersebut terjadi di Jawa. Di Jawa Timur misalnya, Gunung Semeru dianggap oleh orang Hindu Jawa dan Bali sebagai gunung suci Mahameru atau sedikitnya sebagai Puncak Mahameru yang dipindahkan dari India ke Pulau Jawa. Mitos di Indonesia biasanya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, terjadinya susunan para dewa, terjadinya manusia pertama, dunia dewata, dan terjadinya makanan pokok. Mengenai mite terjadinya padi, dikenal adanya Dewi Sri yang dianggap sebagai dewi padi orang Jawa. Menurut versi Jawa Timur, Dewi Sri adalah putri raja Purwacarita. Ia mempunyai seorang saudara laki-laki yang bernama Sadana. Pada suatu hari selagi tidur, Sri dan Sadana disihir oleh ibu tirinya dan Sadana diubah menjadi seekor burung layang-layang sedangkan Sri diubah menjadi ular sawah. Mitologi tentang tokoh-tokoh rakyat di seluruh dunia, seperti cerita Oedipus, Theseus, Romulus, dan Nyikang mengandung unsur-unsur seperti, ibunya seorang perawan;ayahnya seorang raja;terjadi proses perkawinan yang tidak wajar dan lain-lain.
• Hikayat
Hikayat adalah salah satu bentuk sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu yang berisikan tentang kisah, cerita, dan dongeng. Umumnya mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama. Sebuah hikayat dibacakan sebagai hiburan, pelipur lara atau untuk membangkitkan semangat juang.
• Tambo
Tambo Minangkabau adalah karya sastra sejarah yang merekam kisah-kisah legenda-legenda yang berkaitan dengan asal-usul suku bangsa, negeri dan tradisi dan alam Minangkabau. Tambo Minangkabau ditulis dalam bahasa Melayu berbentuk prosa. Tambo berasal dari bahasa Sansekerta, tambay yang artinya bamulo. Tambo dalam tradisi masyarakat Minangkabau merupakan suatu warisan turun temurun yang disampaikan secara lisan. Kata tambo atau tarambo dapat juga bermaksud dengan sejarah, hikayat atau riwayat. Maknanya sama dengan kata babad dalam bahasa Jawa atau Sunda.
• Fable
Fable rupanya seperti dongeng, tetapi pemeran dari ceritanya adalah binatang-binatang dengan watak-wataknya. Dapat mengambil pesan-pesan yang baik dari cerita tersebut. Seperti cerita sikancil atau yang lainnya.
Berikut adalah contoh dari prosa lama. Sekarang semakin minim produksi dari karya-karya prosa lama seperti diatas. Ditengah perkembangan zaman saat ini, justru anak-anak lebih suka membaca komik atau bacaan lainnya yan g terkadang bertemakan pahlawan tetapi mengandung unsur kekerasan didalamnya. Sebagai generasi bangsa masa depan, kita wajib melestarikan apa yang sudah dipunyai oleh negeri ini. Tidak hanya budayanya saja, tetapi semua unsur didalamnya juga perlu dikembangkan.

Kritik :
Sebaiknya lebih banyak memproduksi buku-buku yang berisi dongeng atau cerita rakyat untuk mengenalkan budaya indonesia kepada anak-anak.
Saran :
Orang tua juga perlu mengontrol apa saja yang dibaca oleh anak-anak pada saat ini. Karena sudah banyak sekali terjadi kekerasan yang dialami oleh anak-anak seusianya diakibatkan tontonan ataupun bacaan yang tidak sepantasnya dibaca oleh seorang anak kecil.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Prosa
http://id.wikipedia.org/wiki/Dongeng
http://id.wikipedia.org/wiki/Legenda
http://id.wikipedia.org/wiki/Mitos
http://id.wikipedia.org/wiki/Tambo_Minangkabau
http://id.wikipedia.org/wiki/Hikayat

CINTA KASIH (PART 3)

CINTA KASIH PART 3
Kembali lagi pada topic pembahasan kita sebelumnya, tentang “cinta kasih”. Kali ini kita akan membahastentang cinta kasih yang berlaku dalam “berpacaran”. Pacaran tentu sudah tidak asing lagi di kalangan sekarang. Apabila kita melihat lawan jenis yang sedang berduaan, maka kita akan menilai bahwa mereka berpacaran.
Dalam berpacaran tentu akan terjalin cinta kasih antar sesamanya. Hal ini wajar yang dialami oleh manusia. Cinta kasih akan timbul ketika kita telah dekat dan menjadi teman istimewa. Disini akan muncul sikap ingin melindungi, rasa cemburu, kangen dan lain-lain.
Rasa cinta kasih yang berlebihan tentu tidak baik diterapkan dalam berpacaran. Karena akan menimbulkan rasa cemburu yang berlebihan sehingga akan menimbulkan kekerasan. Terlebih lagi untuk orang yang tidak dapat mengatur emosinya karena adanya rasa takut kehilangan.
Berpacaran tentu tidak dilarang. Tetapi mempnyai batasan-batasan tertentu. Karena hal-hal yang terlalu berl;ebihan hasilnya akan tidak baik juga.
Sudah banyak contoh kasus yang terjadi. Seperti, seorang remaja yang berpacaran, mempunyai cinta kasih yang berlebihan akan membawa dampak negative. Dalam hidup tentu kita akan berinteraksi dengan orang-orang sekitar. Rasa cinta kasih yang terlalu berlabihan akan menimbulkan rasa cemburu yang terlalu besar. Akibat dari rasa cemburu yang berlebihan tersebut, si pria membunuh kekasihnya karena takut kekasihnya diambil oleh orang lain.
Terlihat bahwa cinta kasih dapat pula mengakibatkan hal-hal yang tidak kita inginkan. Agama juga mengajarkan bahwa “janganlah kita mencintai apapun didunia ini, melebihi rasa cinta kita terhadap allah, karena semuanya pasti akan diambil kembali oleh allah”. Hal tersebut berguna agar ketika kita kehilangan sesuatu, tidak berdampak terlalu buruk bagi diri kita. Dan apabila kita mendapatkan sesuatu, maka bersyukurlah, karena semuanya hanya titipan allah semata.
Dalam menghadapi kehdupan didunia ini, iman adalah patokan dalam melakukan suatu tindakan. Agar semuanya berada dijalan yang benar, tidak berlebihan ataupun kekurangan. Percayalah bahwa allah telah mengatur sedemikian rupa untuk para hambanya. Jadi jangan berjalan diluar lingkaran jalan allah. Insya allah kita akan dijauhkan dari hal-hal yang brbahaya.

Kritik :
Cinta kasih memang perlu adanya didalam kehidupan. Tetapi lebih penting dari pada bagaimana cara kita menerapkan cinta kasih lebih kearah positifnya.
Saran :
Setiap manhusia tentu mempunyai rasa cinta kasih. Tentu berdampak baik unutk semua, tetapi bias juga berdampak buruk. Untuk itu, iman sangatlah penting untuk menuntun erilaku kita agar tetap berada dijalan allah swt.