Jumat, 23 Desember 2011
Istimewa hari Jumat
FRIYDAY, atau yang bisa kita sebut dengan hari jum’at. Dihari jum’at ini seperti yang kita ketahui, seluruh lelaki umat islam melaksanakan shalat jum’at. Buat orang kantoran, mungkin hari jum’at adalah hari terakhir bekerja, karena esoknya memasuki waktu weekend. Walau tidak sedikit pula yang masih merasakan letihnya bekerja pada hari libur tersebut. Hal lainnya yang sering kita dengar adalah seperti memotong kuku, rambut, baiknya dilakukan dihari jum’at. Mengapa hari jum’at begitu istimewa ? nah, kita akan membahas, mengapa hari jum’at begitu istimewa dibandingkan dengan hari-hari yang lainnya.
Peristiwa-peristiwa prnting yang jatuh pada hari jum’at, ketika ALLAH swt menciptakan Nabi Adam saw, dan mewafatkannya pada hari jum’at.eperti yang tertulis pada hadist berikut ini : “Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya.” Sungguh istimewanya hari jum’at karena segalanya dimulai pada hari itu, dan diakhiri pada hari itu.
Tentu kita sering mendengar, bahwa manusia yang meninggal dihari jum’at akan dihapuskan segala dosa-dosanya. Mengapa demikian ? Rasulullah bersabda, setiap muslim yang meninggal dunia pada siang hari Jumat atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur,”Mungkin hal tersebut dikarenakan Nabi Adam yang diwafatkan pada hari istimewa tersebut. Subhanallah ….
Berbicara tentang hari jum’at, saya menemukan sebuah artikel singkat tentang kisruh tahun 2012 yang berkaitan dengan hari jum’at. Disini dijelaskan bahwa hari pertama puasa bulan ramadhan pada tahun 2012 dan pertengahan puasa ramadhan (hari ke-15 bulan ramadhan) terjadi pada hari jum’at. Hadist Nabi menjelaskan tentang huru-hara pada bulan ramadhan, dimana Huru-hara yang akan mengejutkan semua orang yang sedang tidur. 1 suara yg sangat dahsyat akan kita dengar dari langit, bukan kiamat tetapi huru-hara tersebut akan melenyapkan umat manusia d'atas muka bumi ini sebanyak 2/3, yg tinggal hanya 1/3 saja. Peristiwa tersebut juga berlandaskan atas dasar hadist Nabi muhammad SAW di bawah: Dari Nur'aim bin Hammad meriwayatkan dgn sahabatnya bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan itu...". Kami bertanya: "Suara apakah, ya Rasulullah..? " Beliau menjawab: "Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan pada malam Jum'at, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jum'at di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh pada hari Jum'at, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga-telinga kalian Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kpd allah SWT.
Dari semua itu kita kembalikan kepada allah SWT. Hanya Dia yang maha tau atas segala sesuatunya didunia ini. Aggaplah semua adalah bentuk peringatan kepada kita. Tapi jangan karena hal ini kita jadi takut yaa melewati hari jum’at. Hehe … hari yang paling baik untuk beribadah. Seperti siang hari yang paling baik adalah wukuf di Arafah. Malam hari yang paling baik adalah Lailatul Qadar. Hari yang paling baik adalah hari Jumat. 10 hari yang paling baik adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Bulan yang paling baik adalah bulan Ramadhan, yang berjumlah 29-30 hari. Dari sejumlah hari tersebut, 10 hari terakhir lebih diistimewakan. Dari 10 hari tersebut, 5 hari ganjil lebih diistimewakan. Dari 5 hari tersebut, 1 malam Lailatul Qadar lebih diistimewakan. Dari 1 malam tersebut, seperempat malam terakhir itu lebih diistimewakan.
Bukan karena hal tersebut dianggap hari baik jadi kita mengabaikan hari-hari yang lainnya yaaaa,, semua hari itu baik asalkan didasarkan dengan niat yang baik. Insya ALLAH, ALLAH SWT akan memberikan kita yang terbaik disetiap langkah yang kita pilih, dan selalu menjaga kita dari segala musibah dan marabahaya. Aminnnn ....
SUMBER :
http://sosbud.kompasiana.com/2010/01/29/ada-apa-dengan-hari-jumat/
http://www.facebook.com/add_email.php#!/arimbii
http://nuaimy.org/index.php?option=com_content&view=article&id=158:menyambut-ibadah-ramadhan&catid=30:tafsir-dan-hadits
Senin, 05 Desember 2011
Hal Apa Saja Yang Dapat Merusak Mata ??
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatu…
ALLAH swt menganugerahkan kita dengan nikmatnya yang tiada tara. Segala sesuatu yang kita miliki tentunya akan kembali kepada ALLAH swt. Sudah sepantasnya kita menjaga apa yang telah ALLAH swt titipkan kepada kita. Salah satu nikmat-Nya yang tiada tara ialah anggota tubuh yang memiliki fungsi dan manfaatnya masing-masing. Seperti hidung sebagai indra pembau, mulut sebagai indra pengecap, mata sebagai indra penglihatan, telinga sebagai indra pendengar dan lainnya.
Mata ialah salah satu karunia yang ALLAH berika kepada setiap hamba-Nya. Kita dapat melihat seisi dunia yang indah ini tentunya karena mata yang telah ALLAH berikan kepada kita. Walau didalam dunia ini, banyak saudara-saudara kita yang tidak dapat melihat indahnya pemberian Sang Maha Kuasa ini. Untuk itu bagi kita yang dapat menikmati anugerah dari-Nya tentu sudah patut menjaganya. Hindarilah hal-hal yang dapat merusak mata. Berikut ini adalah kegiatan kita sehari-hari yang dapat merusk mata, yaitu :
1. Membaca sambil tidur
Nah, yang punya kebiasaan membaca sambil tidur, sepertinya harus meninggalkan kebiasaan ini. Kalian tahu mengapa ? Karena sebaiknya membaca itu berjarak 30cm dari objeknya. Mata kita tidak bisa dipaksa untuk focus membaca pada jarak kurang dari 30cm. hal tersebut akan membuat mata menjadi cepat lelah yang mengakibatkan besarnya potensi mata terkena rabun.
2. Membaca dengan penerangan yang kurang
Kebiasaan kita yang kedua, membaca dikamar dengan lampu yang sedikit gelap atau bahkan dengan lampu yang gelap. Hal ini memaksa mata untuk berakomodasi maksimum. Sedangkan akomodasi pada mata itu sendiri yang berarti kemampuan lensa mata untuk menebal dan menipis sesuai dengan keadaan rangsang dari luar. Nah dengan berakomodasi maksimum mata menjadi cepat lelah karena mata berusaha menangkap bayangan yang diterima. Hal ini dapat membuat mata jadi rabun jauh loh teman.
3. Penggunaan soft lens
Sekaraang ini memang lagi banyak-banyaknya yang menggunakan softlens. Entah memang untuk membantu mata dalam hal penglihatan, ada juga yang menggunakannya hanya untuk mepercantik diri. Dalam penggunaan softlens ini baiknya perlu perawatan yang sangat intensif. Berhubung yang dikenakan softlens adalah bagian tubuh yang sangat sensitive (mata). Hal ini sangat dimaklumi karena lebih praktisnya penggunaan softlens dibandingkan kacamata. Tetapi dari segi safety, kacamata tetap jalan yang paling aman membantu penglihatan anda jika anda memiliki masalah dengan indra penglihatan anda. Penggunaan softlens sebenarnya tidak berbahaya bila kita mengerti bagaimana cara merawatnya. Jika kita dapat menjaga kebersihannya, sehingga mata terhindar dari iritasi yang dapat mengakibatkan mata merah. Dan bila hal tersebut dibiarkan saja, perlahan akan benar-benar merusak mata anda.
4. Radiasi untuk pengguna computer atau televisi
Buat semua orang adanya computer merupakan salah satu bentuk nikmat dari ALLAh kepada umatnya, karena lewat tangan-tangan yang ahli, mereka dapat menciptakan benda tersebut yang memiliki fungsi sangat membantu pekerjaan manusia. Selain menambah pengetahuan, computer menjadi kebutuhan kita sehari-hari dalam melakukan pekerjaan. Sama halnya dengan televisi yang sering kita gunakan sebagai sumber informasi dan sebagai penghibur dikala kita jenuh melakukan suatu kegiatan. Keuntungan yang kita dapatkan dari kedua benda tersebut menjadikan kegiatan kita sehari-hari selalu menggunakan benda tersebut. Dari sekian banyak keuntungan yang dihasilkan dari penggunaan barang tersebut, terdapat kerugian yang kita dapatkan. Seringnya penggunaan kedua benda tersebut menjadikan mata cepat lelah dan terkadang membuat pandangan kita kabur. Bahkan terkadang mata menjadi kering karfena terlalu lama berhadapan dengan kedua benda tersebut.
5. Radiasi matahari
Selain dari radiasi yang ditimbulkan oleh computer dan televise, ternyata radiasi yang dipancarkan oleh matahari juga dapat merusak mata. Bagi anda yang memiliki aktifitas diluar gedung lebih sering terkena pancaran sinar matahari. Disarankan bagi anda menggunakan kacamata yang member penghalang untuk radiasi matahari mesuk kedalam mata anda.
6. Kacamata renang
Saat kita berenang, mata sangat rawan terkena desinfektan seperti klorin yang akan merusak mata. Untuk itu dibuatnya kacamata renang untuk menghindari korosi lensa mata. Tetapi sebagai pengguna kacamata renang baiknya kita menjaga kebersihan pada kacamata renang karena terdapat bakteri yang tertinggal pada kacamata renang yang telah kita gunakan.
7. Mengucek mata
Hal ini kita lakukan jika kita merasa ada benda asing masuk ke mata kita. Entah debu atau bahkan bulu mata yang masuk kedalam mata kita. Dengan mengucek mata, akan menggores permukaan kornea mata dan bila kita dengan semangat 45 menguceknya maka akan menyebabkan peredaran darah dimata menjadi tidak lancer karena merusak pembulu-pembulu kecil pada bola mata.
Sungguh sangbat menyayangkan apabila mata kita rusak karena hal-hal yang kecil tetapi berdampak besar bagi mata kita. Pekerjaan dan aktifitas kita menuntut mata untuk tetap standby membuat mata menjadi cepat lelah. Untuk itu hal tersebut juga harusnya diimbangi dengan suplay makanan untuk mata sehat. Berikut adalah tips bagaimana cara menjaga kesehatan mata :
1. Makanan yang mengandung vitamin A sudah pasti bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Seperti papaya, wortel, adalah contoh dari jenis makanan yang mengandung banyak vitamin A.
2. Istirahat yang cukup, sehingga mata juga dapat beristirahat untuk melanjutkan aktifitasnya esok hari.
3. Menjaga mata dari penggunaan computer yang berlebihan. Misalnya dalam 2 jam menggunakan computer, beristirahatlah sejenak. Bagi anda yang sehari-hari bekerja nonstop di depan computer aturlah sedemikian layar monitor agar tidak dapat menyiksa mata anda, sehingga mengurangi resiko dampak dari kerusakan mata.
4. Penggunaan tetes mata sepertinya jalan yang aman dalam mengatasi benda asing yang masuk ke mata dibandingkan dengan mengucek mata yang berlebihan. Tetes mata mempercepat pembilasan benda asing yang masuk ke mata.
5. Bagi yang suka membaca buku buat jarak yang ideal untuk jarak pandang mata terhadap buku. Dan jangan lupa, harus disertai dengan penerangan yang cukup agar menghindari kerusakan seperti yang telah dijelaskan diatas.
6. Lakukan relaksasi pada mata dengan memijat otot mata sambil memejamkan mata. Setiap yang bekerja pasti membutuhkan istirahat agar dapat kembali beraktifitas seperti halnya dalam diri kita. Begitupun pada organ tubuh kita
Sekarang kita sudah mengetahui sedikitnya hal-hal dalam kegiatan sehari-hari yang dapat merusak mata. Dan dari saat ini baiklah kita menjaga kesehatan mata. Seperti pepatah bilang, bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati. Sebelum terjadi kemungkinan buruk yang lebih besar, lebih baik kita menjaga agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan berguna bagi diri kita. Terimakasih sebelumnya telah membaca blog ini, kurang lebihnya mohon maaf dan selamat beraktifitas untuk anda.
Wassalamu’alaikum …
SUMBER :
http://kedaiinfo.blogspot.com/2011/02/bahaya-kebiasaan-kebiasaan-yang-merusak.html
http://www.motherandbaby.co.id/artikel/baca/2011/987/5-Hal-Yang-Bisa-Merusak-Mata.html
ALLAH swt menganugerahkan kita dengan nikmatnya yang tiada tara. Segala sesuatu yang kita miliki tentunya akan kembali kepada ALLAH swt. Sudah sepantasnya kita menjaga apa yang telah ALLAH swt titipkan kepada kita. Salah satu nikmat-Nya yang tiada tara ialah anggota tubuh yang memiliki fungsi dan manfaatnya masing-masing. Seperti hidung sebagai indra pembau, mulut sebagai indra pengecap, mata sebagai indra penglihatan, telinga sebagai indra pendengar dan lainnya.
Mata ialah salah satu karunia yang ALLAH berika kepada setiap hamba-Nya. Kita dapat melihat seisi dunia yang indah ini tentunya karena mata yang telah ALLAH berikan kepada kita. Walau didalam dunia ini, banyak saudara-saudara kita yang tidak dapat melihat indahnya pemberian Sang Maha Kuasa ini. Untuk itu bagi kita yang dapat menikmati anugerah dari-Nya tentu sudah patut menjaganya. Hindarilah hal-hal yang dapat merusak mata. Berikut ini adalah kegiatan kita sehari-hari yang dapat merusk mata, yaitu :
1. Membaca sambil tidur
Nah, yang punya kebiasaan membaca sambil tidur, sepertinya harus meninggalkan kebiasaan ini. Kalian tahu mengapa ? Karena sebaiknya membaca itu berjarak 30cm dari objeknya. Mata kita tidak bisa dipaksa untuk focus membaca pada jarak kurang dari 30cm. hal tersebut akan membuat mata menjadi cepat lelah yang mengakibatkan besarnya potensi mata terkena rabun.
2. Membaca dengan penerangan yang kurang
Kebiasaan kita yang kedua, membaca dikamar dengan lampu yang sedikit gelap atau bahkan dengan lampu yang gelap. Hal ini memaksa mata untuk berakomodasi maksimum. Sedangkan akomodasi pada mata itu sendiri yang berarti kemampuan lensa mata untuk menebal dan menipis sesuai dengan keadaan rangsang dari luar. Nah dengan berakomodasi maksimum mata menjadi cepat lelah karena mata berusaha menangkap bayangan yang diterima. Hal ini dapat membuat mata jadi rabun jauh loh teman.
3. Penggunaan soft lens
Sekaraang ini memang lagi banyak-banyaknya yang menggunakan softlens. Entah memang untuk membantu mata dalam hal penglihatan, ada juga yang menggunakannya hanya untuk mepercantik diri. Dalam penggunaan softlens ini baiknya perlu perawatan yang sangat intensif. Berhubung yang dikenakan softlens adalah bagian tubuh yang sangat sensitive (mata). Hal ini sangat dimaklumi karena lebih praktisnya penggunaan softlens dibandingkan kacamata. Tetapi dari segi safety, kacamata tetap jalan yang paling aman membantu penglihatan anda jika anda memiliki masalah dengan indra penglihatan anda. Penggunaan softlens sebenarnya tidak berbahaya bila kita mengerti bagaimana cara merawatnya. Jika kita dapat menjaga kebersihannya, sehingga mata terhindar dari iritasi yang dapat mengakibatkan mata merah. Dan bila hal tersebut dibiarkan saja, perlahan akan benar-benar merusak mata anda.
4. Radiasi untuk pengguna computer atau televisi
Buat semua orang adanya computer merupakan salah satu bentuk nikmat dari ALLAh kepada umatnya, karena lewat tangan-tangan yang ahli, mereka dapat menciptakan benda tersebut yang memiliki fungsi sangat membantu pekerjaan manusia. Selain menambah pengetahuan, computer menjadi kebutuhan kita sehari-hari dalam melakukan pekerjaan. Sama halnya dengan televisi yang sering kita gunakan sebagai sumber informasi dan sebagai penghibur dikala kita jenuh melakukan suatu kegiatan. Keuntungan yang kita dapatkan dari kedua benda tersebut menjadikan kegiatan kita sehari-hari selalu menggunakan benda tersebut. Dari sekian banyak keuntungan yang dihasilkan dari penggunaan barang tersebut, terdapat kerugian yang kita dapatkan. Seringnya penggunaan kedua benda tersebut menjadikan mata cepat lelah dan terkadang membuat pandangan kita kabur. Bahkan terkadang mata menjadi kering karfena terlalu lama berhadapan dengan kedua benda tersebut.
5. Radiasi matahari
Selain dari radiasi yang ditimbulkan oleh computer dan televise, ternyata radiasi yang dipancarkan oleh matahari juga dapat merusak mata. Bagi anda yang memiliki aktifitas diluar gedung lebih sering terkena pancaran sinar matahari. Disarankan bagi anda menggunakan kacamata yang member penghalang untuk radiasi matahari mesuk kedalam mata anda.
6. Kacamata renang
Saat kita berenang, mata sangat rawan terkena desinfektan seperti klorin yang akan merusak mata. Untuk itu dibuatnya kacamata renang untuk menghindari korosi lensa mata. Tetapi sebagai pengguna kacamata renang baiknya kita menjaga kebersihan pada kacamata renang karena terdapat bakteri yang tertinggal pada kacamata renang yang telah kita gunakan.
7. Mengucek mata
Hal ini kita lakukan jika kita merasa ada benda asing masuk ke mata kita. Entah debu atau bahkan bulu mata yang masuk kedalam mata kita. Dengan mengucek mata, akan menggores permukaan kornea mata dan bila kita dengan semangat 45 menguceknya maka akan menyebabkan peredaran darah dimata menjadi tidak lancer karena merusak pembulu-pembulu kecil pada bola mata.
Sungguh sangbat menyayangkan apabila mata kita rusak karena hal-hal yang kecil tetapi berdampak besar bagi mata kita. Pekerjaan dan aktifitas kita menuntut mata untuk tetap standby membuat mata menjadi cepat lelah. Untuk itu hal tersebut juga harusnya diimbangi dengan suplay makanan untuk mata sehat. Berikut adalah tips bagaimana cara menjaga kesehatan mata :
1. Makanan yang mengandung vitamin A sudah pasti bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. Seperti papaya, wortel, adalah contoh dari jenis makanan yang mengandung banyak vitamin A.
2. Istirahat yang cukup, sehingga mata juga dapat beristirahat untuk melanjutkan aktifitasnya esok hari.
3. Menjaga mata dari penggunaan computer yang berlebihan. Misalnya dalam 2 jam menggunakan computer, beristirahatlah sejenak. Bagi anda yang sehari-hari bekerja nonstop di depan computer aturlah sedemikian layar monitor agar tidak dapat menyiksa mata anda, sehingga mengurangi resiko dampak dari kerusakan mata.
4. Penggunaan tetes mata sepertinya jalan yang aman dalam mengatasi benda asing yang masuk ke mata dibandingkan dengan mengucek mata yang berlebihan. Tetes mata mempercepat pembilasan benda asing yang masuk ke mata.
5. Bagi yang suka membaca buku buat jarak yang ideal untuk jarak pandang mata terhadap buku. Dan jangan lupa, harus disertai dengan penerangan yang cukup agar menghindari kerusakan seperti yang telah dijelaskan diatas.
6. Lakukan relaksasi pada mata dengan memijat otot mata sambil memejamkan mata. Setiap yang bekerja pasti membutuhkan istirahat agar dapat kembali beraktifitas seperti halnya dalam diri kita. Begitupun pada organ tubuh kita
Sekarang kita sudah mengetahui sedikitnya hal-hal dalam kegiatan sehari-hari yang dapat merusak mata. Dan dari saat ini baiklah kita menjaga kesehatan mata. Seperti pepatah bilang, bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati. Sebelum terjadi kemungkinan buruk yang lebih besar, lebih baik kita menjaga agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan berguna bagi diri kita. Terimakasih sebelumnya telah membaca blog ini, kurang lebihnya mohon maaf dan selamat beraktifitas untuk anda.
Wassalamu’alaikum …
SUMBER :
http://kedaiinfo.blogspot.com/2011/02/bahaya-kebiasaan-kebiasaan-yang-merusak.html
http://www.motherandbaby.co.id/artikel/baca/2011/987/5-Hal-Yang-Bisa-Merusak-Mata.html
Kamis, 01 Desember 2011
MENGHILANGKAN JENUH ??
Assalamu’alaikum wr.wb
Buat kalian yang lagi merasa kesal, malas, BeTe atau badmood itu merupakan perasaan yang tidak enak banget ya. Kalau lagi merasakan hal itu, semua orang rasanya ngebuat badmood. Hal wajar yang orang lakukan dihari itu, menjadi kelakuan yang menyebalkan banget buat kita. Aneh memang !! Rasa badmood itu terkadang datang tanpa sebab. Walau terkadang hal tersebut dipicu oleh seseorang yang merusak moody kamu dipagi hari ini, atau mendapat musibah dihari itu. Dan tidak jarang juga yang merasa badmood karena urusan hati (bias dibilang si doi bikin bĂȘte hari ini). Nah buat kamu-kamu yang merasakan hal tersebut hari ini, saya punya beberapa tips untuk mengurangi rasa badmood kalian, diantaranya adalah :
1. Sibukkan diri
Kalau kalian yang lagi males-malesan dikamar karena males ngelakuin hal apapun, ayo bergerak sekarang deh. Kalian bias bergerak untuk bantu-bantu mamah masak (untuk yang hobbi masak), merawat bunga, main sama hewan peliharaan, dengerin lagu yang kalian suka, baca novel, main game, menggambar, atau hal lainnya yang kalian suka. Setiap orang punya kegemaran yang berbeda donk yaa. Yang hobbi shoping silahkan belanja buta kalau memang kantong lagi berisi. Hehe ..
2. Makan
Waah ini hal yang pas banget kalian lakukan kalau lagi badmood sendirian dikamar. Ayooo bangkit, menuju tempat jajan, beli jajanan yang kamu inginkan sebanyak-banyaknya. Makan jajanan kalian dikamar. Dan yang utama kalian beli adalah coklat. Saya sendiri sudah membuktikan bahwa coklat mampu untuk mengusir rasa badmood loh ! Padahal saya sendiri sebenarnya kurang begitu suka coklat. Tapi cukup berpengaruh apalagi bagi kalian-kalian yang suka banget sama coklat.
3. Jalan-jalan
Refreshing itu perlu bagi kita. Kehidupan yang selama ini kita jalani beserta kesibukan didalamnya. Menuntut otak kita untuk bekerja terus menerus demi menghasilkan sebuah jawaban bagi segala tugas aktivitas kita yang bener-bener menguras otak. Jalan-jalan deh ke tempat yang kamu suka. Jangan mall, tapi tempat yang memiliki pemandangan yang menyejukkan dan juga teduh. Udara yang kita hirup didalam asrinya lingkungan sekitar, mampu member kesegaran pada otak dan bermanfaat bagi tubuh karena dengan menghirup udara yang fresh, udara yang mengalir kedalam tubuh kita juga baik dan mampu melancarkan peredaran darah didalam tubuh kita. Beda sama udara yang biasa kita hirup diperkotaan. Penuh dengan polusi.
4. Kembalikan kepada allah
Ini dia jurus yang paling ampuh ! Buat kalian yang merasa Betenya ga hilang-hilang kalian bias mencoba cara keempat. Kalian beranjak ambil wudhu, dan membaca al-qur’an. Jika sudah pada waktunya menunaikan shalat wajib, kalian bias shlat terlebih dahulu. Atau mungkin kalian bisa shalat sunnah seperti tahajud, dhuha, atau shalat sunnah lainnya. Selain dapat menghilangkan badmood, cara ini juga mampu membuat hati yang gundah menjadi tenang adem ayem sepoy-sepoy. Apalagi buat kalian yang bĂȘte karena si doi berulah yang menghasilkan kepanikan pada diri kalian, bersemayamnya pikiran negative, serta kegalauan pada kalian. Meminta petunjuk pada allah swt adalah jalan yang paling benar.
5. Tidur
Setelah kalian mencoba salah satu cara diatas, atau bahkan mencoba semuanya, kalian bisa memejamkan mata untuk menenangkan syaraf diotak kalian. Walaupun dalam kalian tertidur bukan berarti otak tidak bekerja. Otak tetap melakukan aktivitasnya tetapi tidak seberat pada saat kalian terbangun. Dan ketika kalian terbangun, kalian akan melupakan hal yersebut dan siap untuk memulai aktivitas selanjutnya.
Seperti itulah cara yang saya punya untuk menangani masalah kalian yang lagi badmood. Semua cara yang saya tuliskan berdasarkan pengalaman loh. Walaupun setiap orang memiliki sikap dan sifat yang berbeda, tetapi kembali ke tujuan pertama saya. Hanya sekedar membantu saja…. Monggo dicobaa …
Wassalam …
Buat kalian yang lagi merasa kesal, malas, BeTe atau badmood itu merupakan perasaan yang tidak enak banget ya. Kalau lagi merasakan hal itu, semua orang rasanya ngebuat badmood. Hal wajar yang orang lakukan dihari itu, menjadi kelakuan yang menyebalkan banget buat kita. Aneh memang !! Rasa badmood itu terkadang datang tanpa sebab. Walau terkadang hal tersebut dipicu oleh seseorang yang merusak moody kamu dipagi hari ini, atau mendapat musibah dihari itu. Dan tidak jarang juga yang merasa badmood karena urusan hati (bias dibilang si doi bikin bĂȘte hari ini). Nah buat kamu-kamu yang merasakan hal tersebut hari ini, saya punya beberapa tips untuk mengurangi rasa badmood kalian, diantaranya adalah :
1. Sibukkan diri
Kalau kalian yang lagi males-malesan dikamar karena males ngelakuin hal apapun, ayo bergerak sekarang deh. Kalian bias bergerak untuk bantu-bantu mamah masak (untuk yang hobbi masak), merawat bunga, main sama hewan peliharaan, dengerin lagu yang kalian suka, baca novel, main game, menggambar, atau hal lainnya yang kalian suka. Setiap orang punya kegemaran yang berbeda donk yaa. Yang hobbi shoping silahkan belanja buta kalau memang kantong lagi berisi. Hehe ..
2. Makan
Waah ini hal yang pas banget kalian lakukan kalau lagi badmood sendirian dikamar. Ayooo bangkit, menuju tempat jajan, beli jajanan yang kamu inginkan sebanyak-banyaknya. Makan jajanan kalian dikamar. Dan yang utama kalian beli adalah coklat. Saya sendiri sudah membuktikan bahwa coklat mampu untuk mengusir rasa badmood loh ! Padahal saya sendiri sebenarnya kurang begitu suka coklat. Tapi cukup berpengaruh apalagi bagi kalian-kalian yang suka banget sama coklat.
3. Jalan-jalan
Refreshing itu perlu bagi kita. Kehidupan yang selama ini kita jalani beserta kesibukan didalamnya. Menuntut otak kita untuk bekerja terus menerus demi menghasilkan sebuah jawaban bagi segala tugas aktivitas kita yang bener-bener menguras otak. Jalan-jalan deh ke tempat yang kamu suka. Jangan mall, tapi tempat yang memiliki pemandangan yang menyejukkan dan juga teduh. Udara yang kita hirup didalam asrinya lingkungan sekitar, mampu member kesegaran pada otak dan bermanfaat bagi tubuh karena dengan menghirup udara yang fresh, udara yang mengalir kedalam tubuh kita juga baik dan mampu melancarkan peredaran darah didalam tubuh kita. Beda sama udara yang biasa kita hirup diperkotaan. Penuh dengan polusi.
4. Kembalikan kepada allah
Ini dia jurus yang paling ampuh ! Buat kalian yang merasa Betenya ga hilang-hilang kalian bias mencoba cara keempat. Kalian beranjak ambil wudhu, dan membaca al-qur’an. Jika sudah pada waktunya menunaikan shalat wajib, kalian bias shlat terlebih dahulu. Atau mungkin kalian bisa shalat sunnah seperti tahajud, dhuha, atau shalat sunnah lainnya. Selain dapat menghilangkan badmood, cara ini juga mampu membuat hati yang gundah menjadi tenang adem ayem sepoy-sepoy. Apalagi buat kalian yang bĂȘte karena si doi berulah yang menghasilkan kepanikan pada diri kalian, bersemayamnya pikiran negative, serta kegalauan pada kalian. Meminta petunjuk pada allah swt adalah jalan yang paling benar.
5. Tidur
Setelah kalian mencoba salah satu cara diatas, atau bahkan mencoba semuanya, kalian bisa memejamkan mata untuk menenangkan syaraf diotak kalian. Walaupun dalam kalian tertidur bukan berarti otak tidak bekerja. Otak tetap melakukan aktivitasnya tetapi tidak seberat pada saat kalian terbangun. Dan ketika kalian terbangun, kalian akan melupakan hal yersebut dan siap untuk memulai aktivitas selanjutnya.
Seperti itulah cara yang saya punya untuk menangani masalah kalian yang lagi badmood. Semua cara yang saya tuliskan berdasarkan pengalaman loh. Walaupun setiap orang memiliki sikap dan sifat yang berbeda, tetapi kembali ke tujuan pertama saya. Hanya sekedar membantu saja…. Monggo dicobaa …
Wassalam …
Jumat, 25 November 2011
Mengapa Sebagian Besar Penghuni Neraka adalah Wanita ???
Sist, sering banget kita denger bahwa penghuni neraka adalah sebagian besarnya wanita. Bukan hanya karena wanita lebih banyak dari lelaki, tetapi juga karena ada alasan lain sist. Sesungguhnya wanita begitu diistimewakan oleh allah swt. Karena wanita menanggung beban yang semestinya dipikul oleh kaum lelaki. Seperti mulianya seorang ibu. Itu yang menyebabkan kedudukan ibu lebih diutamakan daripada kedudukan ayah. Seperti yang teerkandung dalam firman allah swt, “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung dan menyapihnya adalah tiga puluh bulan.” (QS. Al-Ahqaf: 15). Mulia dimata allah wanita yang solehah. Karena sesungguhnya seorang wanita sangat sulit dalam menjaga auratnya, dan apabila ia berhasil menjaganya maka berlimpahlah pahala yang ia peroleh. Dan apabila ia melanggar kewajibannya menutup aurat, azab yang sangat pedih sudah menantiny. Subhanallah na’udzubillah. Beberapa diantaranya adalah hal-hal yang menyebabkan wanita sebagian besar adalah penghuni neraka :
1. Wanita yang kufur terhadap suaminya
“Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.”
(Hadis Riwayat Nasaie). Hal diatas seperti contoh wanita yang tidak bersyukur atas kerja keras suaminya hanya karena tidak sesuai dengan kehendaknya. Astagfirullah…
2. Durhaka terhadap suami
Durhaka melalui ucapan, perbuatan maupun ucapan dan perbuatan. Sebagai seorang istri tentu wajib bagi kita untuk menghormati suami. Bahkan menunjukkan wajah cemberut atau apapun itu tidak baik. Hanya wanita yang bijaksanalah yang mau bertaubat kepada allah swt dan meminta maaf kepada suaminya.
3. Tabarruj
Wanita yang menampakkan perhiasan ataupun lekuk tubuhnya kepada lelaki yang bukan mahramnya. ebagaimana yang dihuraikan oleh Ibnul ‘Abdil Barr rahimahu ‘Llah ketika menjelaskan sabda Rasulullah s.a.w tersebut. Ibnul ‘Abdil Barr menyatakan :
“Wanita-wanita yang dimaksudkan Rasulullah s.a.w adalah yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan tubuhnya atapun yang menunjukkan bentuk tubuhnya dan tidak menutupinya, maka mereka adalah wanita-wanita yang berpakaian pada zahirnya dan telanjang pada hakikatnya ...”
Waaah,, sungguh istimewa wanita. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menambah pahala. Mudah-mudahan kita bias menjalankan hal tersebut dan makin bertaqwa kepada allah swt. Dan dijauhkan dari azab dan api neraka. Aminnnnnn …
INSPIRASI :
http://duniabaca.com/kenapa-wanita-lebih-banyak-masuk-neraka.html
http://bumi-tuntungan.blogspot.com/2010/12/penyebab-wanita-lebih-banyak-masuk.html
1. Wanita yang kufur terhadap suaminya
“Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.”
(Hadis Riwayat Nasaie). Hal diatas seperti contoh wanita yang tidak bersyukur atas kerja keras suaminya hanya karena tidak sesuai dengan kehendaknya. Astagfirullah…
2. Durhaka terhadap suami
Durhaka melalui ucapan, perbuatan maupun ucapan dan perbuatan. Sebagai seorang istri tentu wajib bagi kita untuk menghormati suami. Bahkan menunjukkan wajah cemberut atau apapun itu tidak baik. Hanya wanita yang bijaksanalah yang mau bertaubat kepada allah swt dan meminta maaf kepada suaminya.
3. Tabarruj
Wanita yang menampakkan perhiasan ataupun lekuk tubuhnya kepada lelaki yang bukan mahramnya. ebagaimana yang dihuraikan oleh Ibnul ‘Abdil Barr rahimahu ‘Llah ketika menjelaskan sabda Rasulullah s.a.w tersebut. Ibnul ‘Abdil Barr menyatakan :
“Wanita-wanita yang dimaksudkan Rasulullah s.a.w adalah yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan tubuhnya atapun yang menunjukkan bentuk tubuhnya dan tidak menutupinya, maka mereka adalah wanita-wanita yang berpakaian pada zahirnya dan telanjang pada hakikatnya ...”
Waaah,, sungguh istimewa wanita. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menambah pahala. Mudah-mudahan kita bias menjalankan hal tersebut dan makin bertaqwa kepada allah swt. Dan dijauhkan dari azab dan api neraka. Aminnnnnn …
INSPIRASI :
http://duniabaca.com/kenapa-wanita-lebih-banyak-masuk-neraka.html
http://bumi-tuntungan.blogspot.com/2010/12/penyebab-wanita-lebih-banyak-masuk.html
Sabtu, 19 November 2011
BERJILBAB islami :)
Berjilbab merupakan salah satu syariah islam yang wajib dilakukan oleh kaum muslimah. Tetapi dengan berkembangnya zaman, kadang kita tidak memperhatikan bagaimana berjilbab yang baik dimata islam. Sebagaimana kita seorang muslimah patutnya memahami bagaimana cara islam mengajarkan kita untuk menutup aurat. Hanya sekedar saling mengingatkan, mengoreksi diri tentang ini. Berikut liputannya :
1. Seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali telapak tangan dan wajah
Seperti yang sudah kita ketahui, aurat pada lelaki adalah pusar kebwah, sedangbkan aurat wanita adalah seluruhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Berhati-hatilah sist, buat baju muslim yang sekarang lagi trend dengan tangan yang agak 7/8. Itu tidak mampu menutup aurat kita.
2. Berpakaian tebal, tidak tipis. Longgar jangan ketat. Bukan yang menyolok mata.
Berpakaian tebal itu seperti model sekarang ini sist. Terkadang memakai legging dan berjilbab itu sebenarnya tidak baik. Legging itu mengepaskan body, jadi sama saja memperlihatkan bentuk tubuh kalau begitu sist. Dan ternyata berpakaian yang menyolok mata itu juga rawan ketidakbaikan loh sist. Karena dengan berpakaian seperti itu menarik pusat perhatian pada lelaki.
3. Tidak memakai wewangian yang mencolok sehingga mampu mengundang syahwat lelaki
Bagi kalian sist yang suka pake parfum, waspadalah karena hal itu dapat mengundang zinah. Ga dipungkiri memang wangi-wangian itu sungguh nyaman bagi sekitar. Tapi sadarkah kalian bahwa wangi-wangian tersebut mengundang lelaki untuk terus berada didekat kita. Dan tanpa sadar mereka memperhatikan wewangian apa yang kita gunakan, dan semakin ingin menciumnya.
4. Jilbab yang pendek depan belakang
Nih, sist kadang kita suka liat jilbab wanita sekarang yang tidak menutupi bagian dada. Itu sudah jelas dapat mengundang zinah karena dada merupakan bagian dari wanita yang wajib ditutupi. Untuk bagian belakang, yang penting menutupi tengkuk sist dan menutupi rambut. Rambut aurat juga kan
5. Memakai celana panjang
Sering kita lihat didaerah arab atau mesir atau timur tengah lainnya, wanita islam memakai baju gamis atau memakai rok panjang sist. Itu berguna menghindari tubuh yang mencetak sist. Ternyata memakai celana itu juga termasuk larangan dalam berjilbab sist. Apalagi lagi trend celana yang makin mengecil dibawah sengaja agar mengepaskan bentuk kaki. Ayooo sist beralih ke rok. Tampak anggun bukan, memakai rok
6. Berpakaian diatas mata kaki tetapi tak berkaos kaki
Naaah sist, udah banyak nih contohnya. Islam sudah menjelaskan bahwa hanya wajah dan telapak tangan yang diperbolehkan. Berarti kaki juga termasuk aurat sist. Apalagi sekarang sudah banyak wanita memakai jibab tetapi memakai bawahan 7/8.
7. Cara membawa tas
Tas slempang sist, pasti akan membuat tekanan pada dada, sehingga mampu menimbulkan yang seharusnya ditutupi sist. Baiknya memakai tas yang dijinjing saja kkali yaah
8. Berbaju lengan pendek dan memakai manset serta berkerudung pendek
Untuk style yang satu ini jelas dilarang sist. Tau kan, manset itu digunakan hanya sebagai baju daleman, bukan baju luar sist. Manset kan ngepasin badan sist bentuknya. Jelas berpakaian ketat donk sist jadinya.
9. Memakai manset
Disini jelas sist manset dipakai sebagai daleman yang berfungsi menutupi lengan saat lengan baju kita turun ketika kita melakukan sesuatu.
10. Berjilbab tapi kotor
Kebersihan itu sebagian dari iman. Kata-kata tersebut memang benar adanya sist. Ketika kita beribadah dituntut untuk berpakaian bersih sist. Agar ibadahnya benar-benar diterima allah swt.
11. Berwudhu pada tempat terbuka
Terkadang saat kita berwudhu kita melepas jilbab kita sist. Naah sebenarnya hal itu tidak benar jika tempat tersebut dalam keadaan terbuka sist. Bagusnya memang tempat wudhu wanita dengan laki-laki dipisah. Untuk menghindari hal tersebut sist. Kan hanya suami yang boleh melihat aurat kita
Sekian saran dari saya. Mudah-mudahan dapat member pengetahuan kepada para wanita solehah seperti kalian bahwa berjilbab tidak hanya sekedar menutup tubuh, tetapi juga menjaga tubuh dari hal-hal yang mampu mengundang zinah ataupun nafsu. Saya pernah mebaca sebuah artikel yang menjelaskan tentang “tidak diterimanya shalat seorang wanita apabila dia tidak berjilbab”. Tapi saya lupa sist itu hadist dicetuskan oleh siapa. Hehe,, sekian dan terima kasih
Inspirasi :
http://poniran.abatasa.com/post/detail/9358/cara-berjilbab-yang-benar
1. Seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali telapak tangan dan wajah
Seperti yang sudah kita ketahui, aurat pada lelaki adalah pusar kebwah, sedangbkan aurat wanita adalah seluruhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Berhati-hatilah sist, buat baju muslim yang sekarang lagi trend dengan tangan yang agak 7/8. Itu tidak mampu menutup aurat kita.
2. Berpakaian tebal, tidak tipis. Longgar jangan ketat. Bukan yang menyolok mata.
Berpakaian tebal itu seperti model sekarang ini sist. Terkadang memakai legging dan berjilbab itu sebenarnya tidak baik. Legging itu mengepaskan body, jadi sama saja memperlihatkan bentuk tubuh kalau begitu sist. Dan ternyata berpakaian yang menyolok mata itu juga rawan ketidakbaikan loh sist. Karena dengan berpakaian seperti itu menarik pusat perhatian pada lelaki.
3. Tidak memakai wewangian yang mencolok sehingga mampu mengundang syahwat lelaki
Bagi kalian sist yang suka pake parfum, waspadalah karena hal itu dapat mengundang zinah. Ga dipungkiri memang wangi-wangian itu sungguh nyaman bagi sekitar. Tapi sadarkah kalian bahwa wangi-wangian tersebut mengundang lelaki untuk terus berada didekat kita. Dan tanpa sadar mereka memperhatikan wewangian apa yang kita gunakan, dan semakin ingin menciumnya.
4. Jilbab yang pendek depan belakang
Nih, sist kadang kita suka liat jilbab wanita sekarang yang tidak menutupi bagian dada. Itu sudah jelas dapat mengundang zinah karena dada merupakan bagian dari wanita yang wajib ditutupi. Untuk bagian belakang, yang penting menutupi tengkuk sist dan menutupi rambut. Rambut aurat juga kan
5. Memakai celana panjang
Sering kita lihat didaerah arab atau mesir atau timur tengah lainnya, wanita islam memakai baju gamis atau memakai rok panjang sist. Itu berguna menghindari tubuh yang mencetak sist. Ternyata memakai celana itu juga termasuk larangan dalam berjilbab sist. Apalagi lagi trend celana yang makin mengecil dibawah sengaja agar mengepaskan bentuk kaki. Ayooo sist beralih ke rok. Tampak anggun bukan, memakai rok
6. Berpakaian diatas mata kaki tetapi tak berkaos kaki
Naaah sist, udah banyak nih contohnya. Islam sudah menjelaskan bahwa hanya wajah dan telapak tangan yang diperbolehkan. Berarti kaki juga termasuk aurat sist. Apalagi sekarang sudah banyak wanita memakai jibab tetapi memakai bawahan 7/8.
7. Cara membawa tas
Tas slempang sist, pasti akan membuat tekanan pada dada, sehingga mampu menimbulkan yang seharusnya ditutupi sist. Baiknya memakai tas yang dijinjing saja kkali yaah
8. Berbaju lengan pendek dan memakai manset serta berkerudung pendek
Untuk style yang satu ini jelas dilarang sist. Tau kan, manset itu digunakan hanya sebagai baju daleman, bukan baju luar sist. Manset kan ngepasin badan sist bentuknya. Jelas berpakaian ketat donk sist jadinya.
9. Memakai manset
Disini jelas sist manset dipakai sebagai daleman yang berfungsi menutupi lengan saat lengan baju kita turun ketika kita melakukan sesuatu.
10. Berjilbab tapi kotor
Kebersihan itu sebagian dari iman. Kata-kata tersebut memang benar adanya sist. Ketika kita beribadah dituntut untuk berpakaian bersih sist. Agar ibadahnya benar-benar diterima allah swt.
11. Berwudhu pada tempat terbuka
Terkadang saat kita berwudhu kita melepas jilbab kita sist. Naah sebenarnya hal itu tidak benar jika tempat tersebut dalam keadaan terbuka sist. Bagusnya memang tempat wudhu wanita dengan laki-laki dipisah. Untuk menghindari hal tersebut sist. Kan hanya suami yang boleh melihat aurat kita
Sekian saran dari saya. Mudah-mudahan dapat member pengetahuan kepada para wanita solehah seperti kalian bahwa berjilbab tidak hanya sekedar menutup tubuh, tetapi juga menjaga tubuh dari hal-hal yang mampu mengundang zinah ataupun nafsu. Saya pernah mebaca sebuah artikel yang menjelaskan tentang “tidak diterimanya shalat seorang wanita apabila dia tidak berjilbab”. Tapi saya lupa sist itu hadist dicetuskan oleh siapa. Hehe,, sekian dan terima kasih
Inspirasi :
http://poniran.abatasa.com/post/detail/9358/cara-berjilbab-yang-benar
Minggu, 13 November 2011
KEPEMIMPINAN
PENDAHULUAN
Disetiap keberadaan kita tentu dibutuhkan seorang pemimpin. Tidak hanya sekedar menjadi kepala dalam suatu organisasi atau kelompok, tetapi orang berperan taguh dalam memegang tanggung jawab bagi orang yang dipimpinnya. Tidak mudah untuk menjadi seorang pemimpin. Banyak hal-hal yang harus dipertanggung jawabkan lewat tindakan ataupun lisan. “Pemimpin pada hakikatnya adalah seorang yang mempunyai kemampuan untuk memepengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan”. Berbagai macam telah kita lihat bagaimana seseorang tersebut dapat terpilih menjadi seorang pemimpin. Banyak yang harus dipertimbangkan dalam menjadi seorang pemimpin.
Memang sangat tidaklah mudah untuk menjadi seorang pemimpin. Untuk itu manusia perlu belajar untuk menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri sebelum ia mampu menjadi pemimpin bagi orang lain. Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok dan lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik dan sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik. Persoalan kepemimpinan selalu memberikan kesan yang menarik. Literatur-literatur tentang kepemimpinan senantiasa memberikan penjelasan bagaimana menjadi pemimpin yang baik, sikap dan gaya yang sesuai dengan situasi kepemimpinan, dan syarat-syarat pemimpin yang baik. Suatu organisasi akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan. Suatu ungkapan yang mulia mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggungjawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahkan suatu ungkapan yang mendudukkan posisi pemimpin dalam suatu organisasi pada posisi yang terpenting.
Demikian juga pemimpin dimanapun letaknya akan selalu mempunyai beban untuk mempertanggungjawabkan kepemimpinannya. Membicarakan kepemimpinan memang menarik, dan dapat dimulai dari sudut mana saja ia akan diteropong. Dari waktu ke waktu kepemimpinan menjadi perhatian manusia. Ada yang berpendapat bahwa kepemimpinan sama tuanya dengan sejarah manusia. Kepemimpinan dibutuhkan manusia, karena adanya suatu keterbatasan dan kelebihan-kelebihan tertentu pada manusia.
Tujuan penulisan makalah :
• Untuk mengetahui kahikat seorang pemimpin
• Untuk mengetahui fungsi, tugas, da tanggung jawab seorang pemimpin
TEORI
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukanya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
A. Tugas dan tanggung jawab seorang pemimpin.
Peranan seorang pemimpin sebagaimana dikemukakan oleh M. Ngalim Purwanto, sebagai berikut :
1. Sebagai pelaksana (executive)
2. Sebagai perencana (planner)
3. Sebagai seorangahli (expert)
4. Sebagai mewakili kelompok dalam tindakannya ke luar (external group representative)
5. Sebagai mengawasi hubungan antar anggota-anggota kelompok (controller of internal relationship)
6. Bertindak sebagai pemberi gambaran/pujian atau hukuman (purveyor of rewards and punishments)
7. Bentindak sebagai wasit dan penengah (arbitrator and mediator)
8. Merupakan bagian dari kelompok (exemplar)
9. Merupakan lambing dari pada kelompok (symbol of the group)
10. Pemegang tanggung jawab para anggota kelompoknya (surrogate for individual responsibility)
11. Sebagai pencipta/memiliki cita-cita (ideologist)
12. Bertindak sebagai seorang aya (father figure)
13. Sebagai kambing hitam (scape goat).
Berdasarkan dari peranan pemimpin tersebut, jelaslah bahwa dalam suatu kepemimpinan harus memiliki peranan-peranan yang dimaksud, di samping itu juga bahwa pemimpin memiliki tugas yang embannya, sebagaimana menurut M. Ngalim Purwanto, sebagai berikut :
1. Menyelami kebutuhan-kebutuhan kelompok dan keinginan kelompoknya.
2. Dari keinginan itu dapat dipetiknya kehendak-kehendak yang realistis dan yang benar-benar dapat dicapai.
3. Meyakinkan kelompoknya mengenai apa-apa yang menjadi kehendak mereka, mana yang realistis dan mana yang sebenarnya merupakan khayalan.[7]
Tugas pemimpin tersebut akan berhasil dengan baik apabila setiap pemimpin memahami akan tugas yang harus dilaksanaknya. Oleh sebab itu kepemimpinan akan tampak dalam proses di mana seseorang mengarahkan, membimbing, mempengaruhi dan atau menguasai pikiran-pikiran, perasaan-perasaan atau tingkah laku orang lain.
Untuk keberhasilan dalam pencapaian suatu tujuan diperlukan seorang pemimpian yang profesional, di mana ia memahami akan tugas dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin, serta melaksanakan peranannya sebagai seorang pemimpin. Di samping itu pemimpin harus menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan bawahan, sehingga terciptanya suasana kerja yang membuat bawahan merasa aman, tentram, dan memiliki suatu kebebsan dalam mengembangkan gagasannya dalam rangka tercapai tujuan bersama yang telah ditetapkan.
B. Fungsi kepemimpinan
Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. Pada dasarnya fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu :
> Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanaan administrasi dan menyediakan fasilitasnya.
> Fungsi sebagai Top Manajemen, yakni mengadakan planning, organizing, staffing, directing, commanding, controling, dsb.
Dalam upaya mewujudkan kepemimpinan yang efektif, maka kepemimpinan tersebut harus dijalankan sesuai dengan fungsinya. Sehubungan dengan hal tersebut, menurut Hadari Nawawi (1995:74), fungsi kepemimpinan berhubungn langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok masing-masing yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada didalam, bukan berada diluar situasi itu Pemimpin harus berusaha agar menjadi bagian didalam situasi sosial keiompok atau organisasinya.
Fungsi kepemimpinan menurut Hadari Nawawi memiliki dua dimensi yaitu:
1). Dimensi yang berhubungan dengan tingkat kemampuan mengarahkan dalam tindakan atau aktifitas pemimpin, yang terlihat pada tanggapan orang-orang yang dipimpinya.
2). Dimensi yang berkenaan dengan tingkat dukungan atau keterlibatan orang-orang yang dipimpin dalam melaksnakan tugas-tugas pokok kelompok atau organisasi, yang dijabarkan dan dimanifestasikan melalui keputusan-keputusan dan kebijakan pemimpin.
Sehubungan dengan kedua dimensi tersebut, menurut Hadari Nawawi, secara operasional dapat dibedakan lima fungsi pokok kepemimpinan, yaitu:
1. Fungsi Instruktif.
Pemimpin berfungsi sebagai komunikator yang menentukan apa (isi perintah), bagaimana (cara mengerjakan perintah), bilamana (waktu memulai, melaksanakan dan melaporkan hasilnya), dan dimana (tempat mengerjakan perintah) agar keputusan dapat diwujudkan secara efektif. Sehingga fungsi orang yang dipimpin hanyalah melaksanakan perintah.
2. Fungsi konsultatif.
Pemimpin dapat menggunakan fungsi konsultatif sebagai komunikasi dua arah. Hal tersebut digunakan manakala pemimpin dalam usaha menetapkan keputusan yang memerlukan bahan pertimbangan dan berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya.
3. Fungsi Partisipasi.
Dalam menjaiankan fungsi partisipasi pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya, baik dalam pengambilan keputusan maupun dalam melaksanakannya. Setiap anggota kelompok memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan yang dijabarkan dari tugas-tugas pokok, sesuai dengan posisi masing-masing.
4. Fungsi Delegasi
Dalam menjalankan fungsi delegasi, pemimpin memberikan pelimpahan wewenang membuay atau menetapkan keputusan. Fungsi delegasi sebenarnya adalah kepercayaan ssorang pemimpin kepada orang yang diberi kepercayaan untuk pelimpahan wewenang dengan melaksanakannya secara bertanggungjawab. Fungsi pendelegasian ini, harus diwujudkan karena kemajuan dan perkembangan kelompok tidak mungkin diwujudkan oleh seorang pemimpin seorang diri.
5. Fungsi Pengendalian.
Fungsi pengendalian berasumsi bahwa kepemimpinan yang efektif harus mampu mengatur aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif, sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. Dalam melaksanakan fungsi pengendalian, pemimpin dapat mewujudkan melalui kegiatan bimbingan, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan.
Kemudian menurut Yuki (1998) fungsi kepemimpinan adalah usaha mempengaruhi dan mengarahkan karyawan untuk bekerja keras, memiliki semangat tinggi, dan memotivasi tinggi guna mencapai tujuan organisasi. Hal ini terutama terikat dengan fungsi mengatur hubungan antara individu atau kelompok dalam organisasi. Selain itu, fungsi pemimpin dalam mempengaruhi dan mengarahkan individu atau kelompok bertujuan untuk membantu organisasi bergerak kearah pencapaian sasaran. Dengan demikian, inti kepemimpinan bukan pertama-tama terletak pada kedudukannya daiam organisasi, melainkan bagaimana pemimpin melaksanakan fungsinya sebagai pemimpin. Fungsi kepemimpinan yang hakiki adalah :
• Selaku penentu arah yang akan ditempuh dalam usaha untuk pencapaian tujuan
• Sebagai wakil dan juru bicara organisasi dalam hubungan dengan pihak luar.
• Sebagai komunikator yang efektif.
• Sebagai integrator yang efektif, rasional, objektif, dan netral.
Fungsi pokok pimpinan adalah:
• Memberikan kerangka pokok yang jelas yang dapat dijadikan pegangan oleh anggotanya.
• Mengawasi, mengendalikan dan menyalurkan perilaku anggota yang dipimpin
• Bertindak sebagai wakil kelompok dalam berhubungan dengan dunia luar
Fungsi kepemimpinan itu pada pokoknya adalah menjalankan wewenang kepemimpinan, yaitu menyediakan suatu sistem komunikasi, memelihara kesediaan bekerja sama dan menjamin kelancaran serta keutuhan organisasi atau perusahaan.
Fungsi-fungsi kepemimpinan meliputi kegiatan dan tindakan sebagai berikut:
a. Pengambilan keputusan
b. Pengembangan imajinasi
c. Pendelegasian wewenang kepada bawahan
d. Pengembangan kesetiaan para bawahan
e. Pemrakarsaan, penggiatan dan pengendalian rencana-rencana
f. Pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya
g. Pelaksanaan keputusan dan pemberian dorongan kepada para pelaksana
h. Pelaksanaan kontrol dan perbaikan kesalahan-kesalahan
i. Pemberian tanda penghargaan kepada bawahan yang berprestasi
j. Pertanggungjawaban semua tindakan
C. Macam dan Tipe-tipe kepemimpinan
Dalam setiap realitasnya bahwa pemimpin dalam melaksanakan proses kepemimpinannya terjadi adanya suatu permbedaan antara pemimpin yang satu dengan yang lainnya, hal sebagaimana menurut G. R. Terry yang dikutif Maman Ukas, bahwa pendapatnya membagi tipe-tipe kepemimpinan menjadi 6, yaitu :
1. Tipe kepemimpinan pribadi (personal leadership). Dalam system kepemimpinan ini, segala sesuatu tindakan itu dilakukan dengan mengadakan kontak pribadi. Petunjuk itu dilakukan secara lisan atau langsung dilakukan secara pribadi oleh pemimpin yang bersangkutan.
2. Tipe kepemimpinan non pribadi (non personal leadership). Segala sesuatu kebijaksanaan yang dilaksanakan melalui bawahan-bawahan atau media non pribadi baik rencana atau perintah juga pengawasan.
3. Tipe kepemimpinan otoriter (autoritotian leadership). Pemimpin otoriter biasanya bekerja keras, sungguh-sungguh, teliti dan tertib. Ia bekerja menurut peraturan-peraturan yang berlaku secara ketat dan instruksi-instruksinya harus ditaati.
4. Tipe kepemimpinan demokratis (democratis leadership). Pemimpin yang demokratis menganggap dirinya sebagai bagian dari kelompoknya dan bersama-sama dengan kelompoknya berusaha bertanggung jawab tentang terlaksananya tujuan bersama. Agar setiap anggota turut bertanggung jawab, maka seluruh anggota ikut serta dalam segala kegiatan, perencanaan, penyelenggaraan, pengawasan, dan penilaian. Setiap anggota dianggap sebagai potensi yang berharga dalam usahan pencapaian tujuan.
5. Tipe kepemimpinan paternalistis (paternalistis leadership). Kepemimpinan ini dicirikan oleh suatu pengaruh yang bersifat kebapakan dalam hubungan pemimpin dan kelompok. Tujuannya adalah untuk melindungi dan untuk memberikan arah seperti halnya seorang bapak kepada anaknya.
6. Tipe kepemimpinan menurut bakat (indogenious leadership). Biasanya timbul dari kelompok orang-orang yang informal di mana mungkin mereka berlatih dengan adanya system kompetisi, sehingga bisa menimbulkan klik-klik dari kelompok yang bersangkutan dan biasanya akan muncul pemimpin yang mempunyai kelemahan di antara yang ada dalam kelempok tersebut menurut bidang keahliannya di mana ia ikur berkecimpung.[3]
Selanjutnya menurut Kurt Lewin yang dikutif oleh Maman Ukas mengemukakan tipe-tipe kepemimpinan menjadi tiga bagian, yaitu :
1. Tipe Kepemimpinan Kharismatis
Tipe kepemimpinan karismatis memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya. Kepemimpinan kharismatik dianggap memiliki kekuatan ghaib (supernatural power) dan kemampuan-kemampuan yang superhuman, yang diperolehnya sebagai karunia Yang Maha Kuasa. Kepemimpinan yang kharismatik memiliki inspirasi, keberanian, dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas kepemimpinan kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar.
2. Tipe Kepemimpinan Paternalistis/Maternalistik
Kepemimpinan paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan sifat-sifat sebagai berikut: (1) mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau anak sendiri yang perlu dikembangkan, (2) mereka bersikap terlalu melindungi, (3) mereka jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri, (4) mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif, (5) mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberikan kesempatan pada pengikut atau bawahan untuk mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri, (6) selalu bersikap maha tahu dan maha benar.
Sedangkan tipe kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan maternalistik terdapat sikap over-protective atau terlalu melindungi yang sangat menonjol disertai kasih sayang yang berlebih lebihan.
3. Tipe Kepemimpinan Militeristik
Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah: (1) lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana, (2) menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan, (3) sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan, (4) menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya, (5) tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya, (6) komunikasi hanya berlangsung searah.
4. Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator)
Kepemimpinan otokratis memiliki ciri-ciri antara lain: (1) mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi, (2) pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal, (3) berambisi untuk merajai situasi, (4) setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan sendiri, (5) bawahan tidak pernah diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan tindakan yang akan dilakukan, (6) semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas pertimbangan pribadi, (7) adanya sikap eksklusivisme, (8) selalu ingin berkuasa secara absolut, (9) sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat dan kaku, (10) pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh.
5. Tipe Kepemimpinan Laissez Faire
Pada tipe kepemimpinan ini praktis pemimpin tidak memimpin, dia membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semaunya sendiri. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikit pun dalam kegiatan kelompoknya. Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya sendiri. Pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol, tidak memiliki keterampilan teknis, tidak mempunyai wibawa, tidak bisa mengontrol anak buah, tidak mampu melaksanakan koordinasi kerja, tidak mampu menciptakan suasana kerja yang kooperatif. Kedudukan sebagai pemimpin biasanya diperoleh dengan cara penyogokan, suapan atau karena sistem nepotisme. Oleh karena itu organisasi yang dipimpinnya biasanya morat marit dan kacau balau.
6. Tipe Kepemimpinan Populistis
Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.
7. Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif
Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi, indutri, manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat.
8. Tipe Kepemimpinan Demokratis
Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik. kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.
Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat.
D. Aplikasi kepemimpinan
• Pemimpin dalam Kehidupan Sosial
Di dalam kehidupan masyarakat, selalu dapat ditemukan adanya pemimpin (leader) dan pengikut (pengikut), adanya kepemimpinan (leadership) dan kepengikutan (followership). Sehubungan dengan itu dapat dikatakan bahwa pemimpin dan kepemimpinan adalah gejala sosial (social/group phenomenon). Sejarah manusia dari abad ke abad membuktikan bahwa kehidupan setiap kelompok sosial tidak terlepas dari manusia-manusia besar yang memimpinnya.
Pemimpin itu jumlahnya tidak banyak, tetapi sangat besar pengaruhnya terhadap hidup dan kehidupan kelompok. Tanpa adanya pemimpin tidak akan ada organisasi dan perkembangan sosial. Namun demikian tidak akan ada pemimpin yang tanpa pengikut. Pemimpin dan pengikut adalah dwitunggal yang dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan.
Setiap individu memiliki kedua status tersebut, artinya dalam situasi tertentu seseorang dapat berstatus sebagai pemimpin, dan pada situasi lain berstatus hanya sebagai pengikut. Masalah pemimpin dan dan kepemimpinan, tidak terlepas dari pribadi pemimpin, peranan pengikut dan situasi sosial yang melingkunginya.
Perbedaan Pemimpin (leader) dan Kepemimpinan (leadership) dengan Pimpinan (Manager) dan Kepimpinan (Management)
Dalam kehidupan sehari-hari, tiada jarang istilah pemimpin dan kepemimpinan disamakan dengan istilah pimpinan dan kepimpinan. Praktek yang sedemikian sebenarnya kurang tepat, oleh karena antara kedua istilah itu ada perbedaannya, yaitu sebagai berikut:
1) Dalam bahasa asing, untuk pemimpin biasanya dipergunakan istilah leader, sedangkan untuk pimpinan digunakan istilah manager, eksekutif atau administrator. Kegiatan pimpinan itu biasanya disebut management yang diterjemahkan oleh beberapa pihak dengan kepimpinan, sedangkan kegiatan pemimpin disebut leadership atau kepemimpinan.
2) Lebih mudah menjadi pimpinan daripada menjadi pemimpin, karena pimpinan diangkat oleh atasan (titular leader), sedangkan pemimpin tumbuh dan muncul dari bawah (real leader). Secara intrinsik, supervision, management dan administration berhubungan dengan tingkat-tingkat di dalam organisasi, sedangkan leadership dapat dilakukan oleh siapa saja sesuai dengan situasi, yang menentukan jenis leadership yang dibutuhkan.
3) Management merupakan fungsi status atau wewenang (authority, power, perintah, paksaan, force, dan bersifat resmi), sedangkan leadership merupakan kualitas hubungan atau interaksi antara pemimpin dan pengikut (persuasi, pengaruh, wibawa, dan tidak resmi) dalam situasi tertentu.
4) Management selalu diarahkan kepada pencapaian tujuan organisasi, sedangkan leadership dapat diarahkan untuk mewujudkan keinginan pemimpin.
5) Management mempergunakan input berupa logika, rasio, finansial, bersifat impersonal, analitis dan kwantitatif, sedangkan leadership merupakan faktor-faktor pemimpin, pengikut dan situasi.
6) Management memiliki sumber-sumber organisasi yang luas untuk mendorong bawahan guna berperilaku sebagaimana yang dikehendaki, lebih lanjut ia bertanggung jawab kepada management yang lebih tinggi. Sedangkan leadership terutama menggantungkan diri pada personal resources (sumber-sumber yang dimiliki sendiri) untuk mendorong orang lain guna melakukan sesuatu yang diinginkan. Ia terutama bertanggung jawab pada orang-orang yang mendukungnya, yaitu para pengikutnya.
• Berdasarkan Sikap Pemimpin Terhadap Kekuasaan atau Organisasi
Berdasarkan sikap pemimpin terhadap kekuasaan dan organisasi, dikenal 5 tipe pemimpin, yaitu sebagai berikut:
1) Climbers, ialah tipe pemimpin yang selalu haus akan kekuasaan, prastige dan kemajuan diri, berusaha maju terus menerus dengan kekuasaan sendiri, oportunistis, agresif, suka dan mendorong perubahan dan perkembangan dan berusaha berombak terus menerus.
2) Conservers, ialah tipe pemimpin yang mementingkan jaminan dan keenakan, mempertahankan statusquo memperkuat posisi yang telah dicapai, menolak perubahan, defensifda statis. Tipe ini biasanya terdapat pada middle management atau dimiliki oleh parapejabat yang sudah lanjut usia.
3) Zealots, ialah tipe pemimpin yang bersemangat untuk memperbaiki organisasi, mengutamakan tercapainya tujuan, mempunyai visi, menyendiri aktif, agresif, bersedia menghadapi segala permusuhan dan pertentangan, tegas, mempunyai dorongan yang keras untuk maju, tidak sabaran untuk mengadakan perbaikan dan menentukan sesuatu yang baru, mementingkan kepekaan daripada human relations.
4) Advocates, ialah tipe pemimpin yang ingin mengadakan perbaikan organisasi, terutama bagiannya sendiri, mementingkan kepentingan keseluruhan organisasi daripada kepentingan diri sendiri, pejuang yang gigih dan bersemangat untuk kepentingan orang-orang dan programnya, bersedia menghadapi pertentangan apabila mendapat dukungan dari kolega-koleganya, sangat responsif terhadap ide-ide dan pengaruh orang lain, keluar bersedia mempertahankan kelompok dengan tindakan partisan, ke dalam bersikap jujur dan tidak menyebelah.
5) Statesmen, ialah tipe pemimpin yang mementingkan tujuan organisasi secara keseluruhan dan misi organisasi, berusaha berdiri di atas kepentingan-kepentingan, tidak menyukai pertentangan yang merugikan pihak-pihak yang bersangkutan, berusaha mempertemukan pertentangan.
• Tipe-tipe Berdasarkan Kekuasaan
Dalam hubungannya dengan kekuasaan, tipe pemimpin dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1) Autoraic leader, ialah tipe pemimpin yang menggantungkan terutama pada kekuasaan formalnya, organisasi dipandang sebagai milik pribadi, mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, hak dan wewenang adalah milik pribadi. Leadership adalah hak pribadi, bawahan adalah alat, ia harus mengikuti saja, tidak memberi kesempatan kepada bawahan untuk ikut mengambil bagian dalam pengambilan keputusan, tidak mau menerima kritik, saran atau pendapat, tidak mau berunding dengan bawahan, keputusan diambil sendiri, memusatkan kekuasaan untuk mengambil keputusan, mempergunakan intimidasi, paksaan atau kekuatan dan mengagungkan diri.
2) Partcipative leader, juga disebut pemimpin yang demokratis, ialah tipe pemimpin yang memandang manusia adalah manusia yang termulia, memimpin dengan persuasi dan memberikan contoh, memperhatikan perasaan pengikut, mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi pengikut, mengutamakan kepentingan organisasi dan kepentingan pengikut, senang menerima saran, pendapat atau kritik, menerima partisipasi informil dari kelompok, memanfatkan pendapat-pendapat kelompok, menunggu persetujuan kelompok, menunggu persetujuan kelompok, berunding dengan pengikut, mengutamakan kerja sama, mendesentralisasikan wewenang, memberikan kebebasan untuk bawahan untuk bertindak, menstimulir inisiatif, mendorong partisipasi pengikut dalam pengambilan keputusan, memberikan informasi yang luas kepada pengikut, membuat pengikut lebih sukses.
3) Free rein leader, disebut juga pemimpin yang liberal, ialah tipe pemimpin yang menghindari kekuasaan, tergantung pada kelompok anggota, kelompok memotivasikan diri sendiri, hanya bertindak sebagai perantara dengan dunia luar untuk menyajikan informasi kepada kelompok, tidak berhasil memahami sumbangan management, tidak dapat memahami peranan motivasi yang diberikan dan melakukan pengendalian yang minimal.
• Tipe-Tipe Berdasarkan Orientasi Pemimpin
Tipe-tipe berdasarkan orientasi pemimpin, terdiri dari dua golongan pemimpin, yaitu pemimpin yang berorientasi pada pengikut atau pegawai, dan pemimpin yang berorientasi pada produksi.
• Tipe-tipe Berdasarkan Cara Memotivasi
Dalam hal ini, terbagi dalam tipe pemimpin yang positif dan pemimpin yang positif. Pemimpin yang negatif, ialah tipe pemimpin yang menekankan kepada perangsang yang bersifat negatif, misalnya ancaman, hukuman dan lain-lain. Sedangkan tipe pemimpin yang positif, ialah pemimpin yang dalam memotivasikan pengikutnya menekankan pada pemberian hadiah.
• Tipe-tipe Berdasarkan Segi Landasan yang Dipergunakan Untuk Mempengaruhi Pengikut
Dari segi landasan yang dipergunakan oleh pemimpin untuk mempengaruhi pengikut, dapat diklasifikasikan pemimpin dalam 3 kategori sebagai berikut:
1) Pemimpin tradisional, berusaha mempengaruhi pengikutnya berdasarkan tradisi yang ada.
2) Pemimpin yang kharismatik, mempergunakan kharismanya (kesaktian, kekuatan gaib)
3) Pemimpin rasional, kadang-kadang disebut pemimpin birokratis oleh karena pemimpin tipe ini biasanya terdapat di dalam organisasi birokratis, mempergunakan rasio untuk mempengaruhi pengikutnya.
• Tipe-tipe Pemimpin Berdasarkan Kepribadiannya
Tipe-tipe pemimpin berdasarkan kepribadiannya terdiri dari 6 macam sebagai berikut:
1) Tipe ekonomis, tipe yang perhatiannya dicurahkan kepada segala sesuatu yang bermanfaat dan praktis.
2) Tipe aesthetis, yaitu tipe yang berpendapat bahwa nilai yang tertinggi terletak pada harmoni dan individualitas.
3) Tipe teoritis, yaitu tipe yang perhatian utamanya ialah menemukan kebenaran hanya untuk mencapai kebenaran, perbedaan dan rasionalitas.
4) Tipe sosial, yakni tipe pecinta orang lain, tujuan akhirnya adalah orang lain. Berhubungan dengan sifatnya yang ramah tamah, simpatik, dan tidak mementingkan diri sendiri.
5) Tipe politis, yaitu tipe yang perhatian utamanya diarahkan kepada kekuasaan, menginginkan kekuasaan perseorangan, pengaruh dan reputasi.
6) Tipe religious, yaitu tipe yang berpendapat bahwa bahwa nilai yang tertinggi ialah pengalaman yang memberikan kepuasan tertinggi dalam kehidupan spritual dan bersifat mutlak.
E. Ciri-ciri seorang pemimpin
Kejayaan sesebuah organisasi bergantung ke atas prestasi kolektif pentadbirnya, iaitu orang yang mengarah kerja dan memimpin kakitangan keseluruhannya. Pemimpin (atau Ketua Jabatan) secara bersendirian mesti mendapatkan kerjasama secara sukarela daripada rakan sejawatnya kerana proses kepimpinan memang melibatkan dua orang atau lebih. Seorang daripadanya cuba membimbing dan mendorong yang lain dalam usaha mencapai matlamat sistem. Dalam proses perhubungan Ketua Jabatan dan kakitangan, terdapat banyak aspek yang perlu diberi perhatian.
Misalnya, bagaimanakah seorang Ketua Jabatan mempengaruhi tingkah laku kakitangan supaya dapat menghasilkan output yang sempurna. Sebagai contoh dalam situasi sekolah misalnya, pengetua/guru besar dan guru-guru berusaha melahirkan pelajar yang sempurna dari segi mental, fizikal, rohani dan jasmani. Seorang pengetua/guru besar mesti mempunyai ciri-ciri kepimpinan, agar mendapat kerjasama dan diterima oleh semua kakitangan di sekolah.
Apabila seseorang itu berjaya memimpin, ini bermakna dia berjaya mempengaruhi anggota-anggota yang lain di dalam organisasi itu. Kebolehan mempengaruhi bergantung kepada unsur yang penting iaitu kuasa yang ada pada seseorang itu. Mengikut Dr Robiah Sidin (1988), dalam bukunya ‘Asas Pentadbiran Pendidikan’, beliau menegaskan bahawa secara umumnya ada dua jenis kuasa yang boleh dipegang oleh seseorang pemimpin itu. Pertama, kuasa yang datang dengan jawatannya di dalam organisasi itu dan kedua, kuasa yang berpunca daripada keadaan dirinya sendiri atau kuasa individu. Kuasa yang bersangkut paut dengan jawatan adalah penting kerana memberi kepercayaan kepada anggota-anggotanya. Walaubagaimanapun untuk seseorang itu kekal menjadi pemimpin dia mesti juga mempunyai kuasa yang berunsurkan kebolehan tersendirinya. Ini termasuklah:
1. Mentaliti
• Kebijaksanaan atau kebolehan membuat perhitungan yang jauh sebelum bertindak dengan menilai antara yang baik dan buruk berdasarkan pertimbangan ilmu dan pengalaman.
• Keberanian atau kesungguhan serta kesanggupan menghadapi cabaran dan masalah serta risiko, baik yang berpunca dari luar diri atau dalam diri sendiri.
• Mempunyai inisiatif atau tindakan yang dimulakan sendiri tanpa menunggu orang lain dating kepadanya minta bertindak.
• Mempunyai kreativiti sendiri, terutamanya dalam menyelesaikan masalah-masalah yang wujud dalam organisasi.
2. Kemasyarakatan
• Kesediaan memberi dan menerima pendapat.
• Sikap positif dan terbuka.
• Daya penggerak dan semangat juang yang kuat.
• Kebolehan berkomunikasi secara berkesan.
3. Moraliti
• Mempunyai disiplin diri yang unggul.
• Kebersihan jiwa terutamanya dari segi keadilah, amanah, ketenangan, kesabaran, keteguhan pendirian dan ketahanan diri.
• Iman yang teguh, terutama orang yang beragama Islam.
Antara ketiga-tiga ciri yang dinyatakan, moraliti adalah yang terpenting untuk menilai seseorang pemimpin sama ada baik atau buruk, berkesan atau tidak, boleh bertahan lama atau tidak.
Pemimpin memerlukan juga sikap tertentu untuk mempengaruhi orang lain. Perkara yang paling penting ialah pemimpin harus mempunyai pengertian dan tanggapan yang tajam terhadap individu-individu yang saling berurusan dengannya. Selain daripada itu seorang pemimpin juga harus mempunyai:
• Empati; iaitu kebolehan untuk memahami perasaan orang lain dan bersimpati.
• Kesedaran; akan kelemahan dan kekuatan dirinya sendiri. Sedar tentang bagaimanakah dirinya dianggap oleh orang lain. Hanya apabila ini berlaku maka barulah kepercayaan kebolehan dirinya akan timbul.
• Kebolehan: untuk melihat secara objektif akan masalah-masalah dan tingkah laku anggota-anggota lain. Pemimpin harus bersikap adil boleh memberi analisa yang adil dan tidak emosional.
Selain itu, sekiranya seseorang itu ingin menjadi pemimpin yang baik, dia hendaklah mengamalkan perkara-perkara yang diketahui, dilihat dan diterima sebagai baik:
• Seseorang pemimpin harus bersedia untuk belajar dari siapa sekalipun apa yang dia tidak tahu kerana kepimpinan itu sesuatu yang boleh terus menerus dipelajari dari latihan dan pengalaman.
• Seseorang pemimpin mesti berani memberi jawapan yang tegas kepada sesuatu yang difikirkan baik atau tidak baik kepada organisasinya.
• Seseorang pemimpin yang baik berupaya memudahkan semua kerja, dengan menjadikannya kerja-kerja biasa yang boleh dilakukan oleh kebanyakkan orang bawahannya dan tidak memerlukan pakar khusus.
• Seorang pemimpin yang baik mempunyai perhubungan baik dengan orang-orang bawahannya. Dia mengenali mereka sebagai individu-individu yang mempunyai keistimewaan tersendiri. Pada kebiasaannya, pemimpin yang baik jarang berkasar dengan orang-orang bawahannya.
• Seseorang pemimpin yang baik pandai membahagikan masa. Dia tahu bila masa bertugas dan bila masa di luar tugas dan bertindak bersesuaian dengan keadaan. Pemimpin yang tidak cekap selalu merasa runsing dan bimbang dengan hal-hal tugas di mana juga dia berada.
• Dalam sesebuah organisasi terdapat pelbagai jenis manusia: ada yang malas, ada yang rajin dan ada yang boleh diharap serta ada yang tidak boleh diharap. Seorang pemimpin yang bijak tidak lemah semangat dengan keadaan ini. Dia menerima hakikat sedemikian dan menggunakan sebaik-baiknya apa yang ada.
• Seorang Pemimpin yang baik tahu dan mahu berbincang denganorang-orang bawahannya mengenai sesuatu hal yang dia sendiri tidak pasti. Dia tidak hanya pandai mengeluarkan arahan saja.
• Seorang pemimpin yang baik mempunyai banyak pengetahuan dan pengalaman mengenai tugas dan manusia.
• Seorang pemimpin yang baik pandai memperkembangkan kebolehan bekerja orang bawahannya. Dia tahu mengagihkan tugas kepada mereka.
• Seorang pemimpin yang bijak tidak sekali-kali lemah semangat dan cepat mengaku kalah apabila berdepan dengan sesuatu masalah. Kalau masalah tidak dapat diselesaikan dengan satu cara, dia menggunakan cara lain. Dia sentiasa bersikap positif.
Melalui perbincangan mengenai ciri-ciri pemimpin berkesan di atas, beberapa kesimpulan dapat dibuat. Diantaranya ialah kepimpinan ialah perlakuan seseorang yang boleh menggerakkan orang lain untuk berfikir, merasa, bertindak dengan cara-cara tertentu. Dalam hal ini seorang pemimpin harus mengetahui keperluan dan motif orang-orang yang berkerja dengannya dan harus menitikberatkan pencapaian matlamat kumpulan. Dia juga harus berjaya mengekalkan kekuatan yang ada pada kumpulannya untuk menyelesaikan masalah dan mencapai matlamat masa depan.
Seseorang pemimpin boleh menonjolkan kepimpinannya hanya melalui penglibatannya dalam kumpulan. Dalam kumpulan pula kekerapan interaksi bersama kakitangan membolehkan keberkesanan kepimpinannya. Kalau seorang pemimpin sentiasa “bersembunyi” dalam biliknya dan tidak mempunyai masa untuk berinteraksi dengan kakitangannya, maka kepimpinannya kurang berkesan.
Kepimpinan bukan bergantung sepenuhnya kepada jawatan. Status jawatan yang disandang hanya satu daripada punca potensi kepimpinan. Kejayaan kepimpinan adalah fungsi kedua-dua kuasa; secara formal melalui jawatan dan secara tidak formal yang bukan kerana jawatan, iaitu penerimaan orang-orang bawahan .
F. Prinsip-prinsip kepemimpinan
Seorang pemimpin tentu mempunyai prinsip dalam suatu organisasi yang ia pimpin., berikut adalah prinsip dari seorang pemimpin :
1. Mampu menjadi teladan yang baik
2. Memiliki rasa tanggung jawab
3. Berani mengambil desisi an bersedia menerima resiko
4. Ciptakan sense of belonging dari para bawahan dan ciptakan sense of participation.
5. Ciptakan kerjasama yang baik di kalangan anggota.
G. Arti kepemimpinan
• Seni seorang pemimpin
1. Kepemimpinan sejati adalah yang suportif, bukan memaksakan
2. Pemimpin sejati berupaya memimpin orang lain, bukan mendorong-dorong dari belakang.
3. Kepemimpinan berarti melibatkan orang lain
4. Kepemimpinan berarti mendahulukan dan mengutamakan visi, bukan aksi.
5. Kepemimpinan berarti pemahaman bahwa orang lebih penting ketimbang benda-benda mati.
6. Kepemimpinan adalah seni, yang mesti dipelajari dan diterapkan dengan hati-hati. Jangan disalah artikan sebagai sekedar posisi.
• Kepemimpinan bukanlah bermain ego
1. Pementingan diri sendiri sebagai seorang pemimpin adalah pembunuhan terhadap diri sendiri.
2. Semangat sebuah kelompok mencerminkan semangat kepemimpinannya.
3. Ego bisa menjadi penghalang, bisa pula menjadi pelancar kreatifitas. Ego bisa membantu jika aliran energinya mengarah ke pekerjaan yang mesti dirampungkan, bukan mengarah ke dalam diri sendiri.
• Kepemimpinan sama dengan tanggung jawab
1. Pandanglah kepemimpinan bukan sebagai keglamoran, melainkan tanggung jawab
2. Jangan terlampau memikirkan opini orang lain, sebagaimana memikirkan kenyataan.
3. Jangan terpengaruh pujian atau hujatan orang lain, tidak juga reaksi personal anda. pikirkan tindakan (aksi) Anda, bagaimana menyelesaikan sebuah pekerjaan.
4. Pusatkan perhatian pada ritme-ritme yang panjang dalam sebuah proyek, bukan yang naik turun secara temporer
5. Siaplah memikul tanggung jawab baik terhadap keberhasilan maupun kegagalan
6. Menerima tanggung jawab berarti mau menerima tugas mencari jawaban-jawaban kreatif kendati konvensi mengatakan sudah tak ada lagi.
• Kepemimpinan berarti mengesampingkan kepentingan pribadi
1. Pemimpin sejati menempatkan keinginan-keinginan pribadinya di urutan paling belakang, bukan pertama
2. Pemimpin sejati tak pernah sekalipun bertanya “Apa yang saya suka?” dalam setiap kesempatan, melainkan, “Apa yang saya rasa diperlukan ?” dan apa yang tepat?”
3. Pendekatan terbaik terhadap setiap masalah adalah, “Apa yang sepertinya bakal terjadi di sini?” Kecakapan sebagai pemimpin ditunjukkan lewat kemampuannya menyesuaikan Ketidakpersonalan (impersonally)-nya dengan rangkaian kejadian yang sedang mengalir.
4. Kepemimpinan membutuhkan keterbukaan terhadap perasaan orang lain dan bukan mengesampingkannya demi alasan “lebih mementingkan tugas”. Dalam cakup yang luas, kesejahteraan merekalah yang menjadi tugasnya.
• Kepemimpinan artinya melayani
1. Pandanglah kepemimpinan sebagai sekedar pekerjaan, sebagaimana orang-orang lain.
2. Kepemimpinan berarti memberikan layanan, bukan menerimanya.
3. Kesahajaan lebih penting buat seorang pemimpin, ketimbang medali pencapaian apapun.
4. Kesahajaan adalah kejujuran terhadap diri sendiri
5. Jika Anda orang yang taat beragama, pandanglah Tuhan sebagai yang menentukan segalanya; Jadikan karya anda sebagai persembahan untuk-Nya.
• Kepemimpinan berarti loyalitas
1. Bekerjasamalah dengan orang lain menurut keadaan mereka, bukan mau anda atas diri mereka.
2. Bekerjasamalah dengan segala sesuatunya sebagaimana lazim, bukan semau-mau anda.
3. Bersabarlah. Pahamilah bahwa memberikan sudut pandang baru kepada orang lain itu membutuhkan waktu.
4. Untuk mendapatkan loyalitas anak buah, lebih dulu curahkanlah perhatian pada loyalitas Anda sendiri.
5. Untuk memenangi cinta, berikanlah cinta, cinta anda, terlebih dulu.
6. Saat mengoreksi orang lain, pikirkan kesiapan dia untuk mendengarnya.
7. Lebih dahulu, bersikalah loyal kepada diri anda sendiri
• Kepemimpinan adalah intuisi yang dibimbing oleh akal sehat
1. Pemimpin bijak lebih menaruh perhatian pada apa yang memang terjadi ketimbang apa yang dia inginkan.
2. Dia lebih mementingkan apa yang bisa memberikan hasil, bukan sekedar opini-opini, atau bahkan opininya sendiri.
3. Dia lebih menghargai kebenaran daripada apa yang dia pikir tepat.
4. Seorang pemimpin yang bijak bisa meyakinkan orang lain dengan alasan yang masuk akal, atau dengan daya tarik keyakinannya sendiri, dan tak pernah menggunakan “otoritas keluar (outward authority)” dari posisinya ataupun pengalamannya masa lalu.
5. Pendukung yang diskriminatif (dalam arti positif, red) perlu ditumbuhkembangkan, bukan sekedar dibuat yakin.
6. Waspadalah ketika mendasarkan alasan pengajuan rencana anda cuma pada pijakan intuisi. Cobalah untuk menyampaikan ide-ide anda dengan cara yang mengundang tanggapan cerdas.
7. Gunakan selalu akal sehat sebagai panduan.
8. Akal sehat adalah kemauan untuk belajar dari pengalaman.
9. Akal sehat dan intuisi bisa digunakan seiring dan sejalan, masing-masing saling memberikan kejernihannya. Akal sehat menelaah intuisi. Dan, intuisi mengilhami akal sehat agar selalu meraba-raba dibalik apa yang telah dikenali menuju ladang terbuka yang belum dikenali.
• Keluwesan dalam kepemimpinan
1. Terbukalah untuk mengakui kekeliruan Anda. Ingat, hanya kebenaran yang akhirnya akan menang.
2. Biarkan ide-ide anda mengalir lancar. Camkanlah bahwa kesempurnaan bukanlah hal yang mesti diutamakan, melainkan arah.
3. Adaptasikan tindakan anda dengan kenyataan.
4. Hadapi setiap situasi yang muncul dengan cara yang segar. Pandanglah sebagaimana adanya.
4. Jangan terlalu banyak membikin aturan, karena aturan yang terlampau banyak justru bisa menghancurkan upaya anda.
5. Terbukalah terhadap sudut pandang otang lain; mungkin mereka lebih baik dari sudut pandang anda sendiri
6. Berusahalah untuk memusatkan pada diri anda yang lebih dalam, dan bersandarlah disitu.
• Tindakan dalam kepemimpinan
1. Kepemimpinan berarti tindakan atau aksi, bukan sekedar ide-ide bagus untuk bertindak
2. Jangan menghabiskan begitu banyak energi untuk membuat rencana, sehingga tak tersisa lagi untuk melaksanakan rencana itu.
3. Tindakan munculnya kreatifitas.
4. Hampir semua tindakan jauh lebih baik ketimbang diam berlama-lama, akibat tak ada keputusan yang pasti
• Kepemimpinan berarti member dukungan
1. Berusahalah untuk memperbesar kemampuan anak buah anda, dalam soal kreatifitas, dan juga kualitas kepemimpinan mereka.
2. Beri dorongan kepada mereka dalam proyek yang mereka jalankan.
3. Biarkan mereka belajar dari kesalahan mereka sendiri.
4. Terbukalah untuk kompromi. Jangan mengharap lebih dari apa yang bisa mereka berikan. Jika terpaksa, perluas cakrawala pandang mereka sedikit demi sedikit.
5. Ajaklah mereka untuk mendukung, bukan untuk memerintahkan.
6. Terima saja otoritas anda sebagaimana yang mereka berikan.
7. Jangan pernah melimpahkan pekerjaan yang anda sendiri tidak mau mengerjakannya.
PEMBAHASAN
Dalam setiap organisasi tentu mempunyai seorang pemimpin. Seperti yang telah kita tahu, bahwa setiap pemimpin tentu mempunyai tugas dan tanggung jawab. Dapat dikatakan seorang pemimpin yang sukses, bila tugas dan kewajiban seorang pemimpin dapat terpenuhi. Tidak perlu suatu kelompok yang besar dalam tugas kepemimpinan. Dalam contoh ruang lingkup yang kecil contohnya seorang ayah.
Seorang ayah adalah seorang pemimpin dalam keluarga. Seorang ayah tentu mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin keluarga. Tugas seorang ayah salah satunya adalah mencari nafkah, dan kewajiban seorang ayah adalah melindungi anggota keluarga. Dalam tugas seorang ayah sebagai pemimpin tak lepas dari seseorang yang mendukung berjalannya tugas trersebut ialah seorang ibu.
Ibu membantu ayah dalam suatu kepemimpinan dalam rumah tangga. Ketika seorang ayah tidak dirumah, ibu pasti menggantikan tugas ayah dirumah untuk menjaga anak-anaknya. Disini terlihat bahwa seorang pemimpin, atau kepemimpinan takkan berjalan sesuai ytang diinginkan bila tanpa orang-orang yang mendukung dibelakangnya.
Hal ini berbeda jika kepemimpinan dalam sebuah organisasi. Dalam sebuah organisasi tentu mempunyai satu orang yang menjadi pemimpin. Seperti halnya pemimpin di Negara ini. Mempunyai seorang pemimpin yang berupa presiden dan wakil presiden. Tugas seorang presiden adalah mempimpin Negara. Hal tersebut adalah tugas yang berat. Karena untuk mengatur seluruh rakyat di negeri ini tidaklah hal yang mudah. Untuk memimpin diri sendiri saja terkadang kita mengalami kesulitan-kesulitan yang berarti.
Untuk melakukan kepemilihan pemimpin pula perlu melihat dari sikap dan sifat seorang pemimpin. Apakah telah memenuhi criteria kepemimpinan seperti yang kita harapkan. Kita sebagai warga Negara tentu mempunyai kewajiban untuk membantu kepala Negara dalam membawa Negara menuju yang lebih baik. Tidak hanya menyalahkan seorang kepala Negara. Karena telah kita ketahui segala visi dan misi Negara akannterlaksana apabila pemimpin dan rakyatnya saling berkerjasama dalam membangun visi, misi dan tujuan Negara yang dicita-citakan.
DAFTAR PUSTAKA
http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/ezines-and-newsletters/2012222-tipe-tipe-kepemimpinan/#ixzz1dZJQICSK
http://belajarpsikologi.com/tipe-tipe-kepemimpinan/
http://www.ideelok.com/opini-dan-ulasan/tipe-tipe-tipologi-pemimpin-leader
http://kawakib06.multiply.com/journal/item/6
http://kulanzsalleh.com/ciri-ciri-pemimpin-yang-baik/
http://referensi-kepemimpinan.blogspot.com/2009/03/tugas-dan-fungsi-pemimpin.html
Disetiap keberadaan kita tentu dibutuhkan seorang pemimpin. Tidak hanya sekedar menjadi kepala dalam suatu organisasi atau kelompok, tetapi orang berperan taguh dalam memegang tanggung jawab bagi orang yang dipimpinnya. Tidak mudah untuk menjadi seorang pemimpin. Banyak hal-hal yang harus dipertanggung jawabkan lewat tindakan ataupun lisan. “Pemimpin pada hakikatnya adalah seorang yang mempunyai kemampuan untuk memepengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan”. Berbagai macam telah kita lihat bagaimana seseorang tersebut dapat terpilih menjadi seorang pemimpin. Banyak yang harus dipertimbangkan dalam menjadi seorang pemimpin.
Memang sangat tidaklah mudah untuk menjadi seorang pemimpin. Untuk itu manusia perlu belajar untuk menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri sebelum ia mampu menjadi pemimpin bagi orang lain. Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok dan lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik dan sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik. Persoalan kepemimpinan selalu memberikan kesan yang menarik. Literatur-literatur tentang kepemimpinan senantiasa memberikan penjelasan bagaimana menjadi pemimpin yang baik, sikap dan gaya yang sesuai dengan situasi kepemimpinan, dan syarat-syarat pemimpin yang baik. Suatu organisasi akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan. Suatu ungkapan yang mulia mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggungjawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahkan suatu ungkapan yang mendudukkan posisi pemimpin dalam suatu organisasi pada posisi yang terpenting.
Demikian juga pemimpin dimanapun letaknya akan selalu mempunyai beban untuk mempertanggungjawabkan kepemimpinannya. Membicarakan kepemimpinan memang menarik, dan dapat dimulai dari sudut mana saja ia akan diteropong. Dari waktu ke waktu kepemimpinan menjadi perhatian manusia. Ada yang berpendapat bahwa kepemimpinan sama tuanya dengan sejarah manusia. Kepemimpinan dibutuhkan manusia, karena adanya suatu keterbatasan dan kelebihan-kelebihan tertentu pada manusia.
Tujuan penulisan makalah :
• Untuk mengetahui kahikat seorang pemimpin
• Untuk mengetahui fungsi, tugas, da tanggung jawab seorang pemimpin
TEORI
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukanya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
A. Tugas dan tanggung jawab seorang pemimpin.
Peranan seorang pemimpin sebagaimana dikemukakan oleh M. Ngalim Purwanto, sebagai berikut :
1. Sebagai pelaksana (executive)
2. Sebagai perencana (planner)
3. Sebagai seorangahli (expert)
4. Sebagai mewakili kelompok dalam tindakannya ke luar (external group representative)
5. Sebagai mengawasi hubungan antar anggota-anggota kelompok (controller of internal relationship)
6. Bertindak sebagai pemberi gambaran/pujian atau hukuman (purveyor of rewards and punishments)
7. Bentindak sebagai wasit dan penengah (arbitrator and mediator)
8. Merupakan bagian dari kelompok (exemplar)
9. Merupakan lambing dari pada kelompok (symbol of the group)
10. Pemegang tanggung jawab para anggota kelompoknya (surrogate for individual responsibility)
11. Sebagai pencipta/memiliki cita-cita (ideologist)
12. Bertindak sebagai seorang aya (father figure)
13. Sebagai kambing hitam (scape goat).
Berdasarkan dari peranan pemimpin tersebut, jelaslah bahwa dalam suatu kepemimpinan harus memiliki peranan-peranan yang dimaksud, di samping itu juga bahwa pemimpin memiliki tugas yang embannya, sebagaimana menurut M. Ngalim Purwanto, sebagai berikut :
1. Menyelami kebutuhan-kebutuhan kelompok dan keinginan kelompoknya.
2. Dari keinginan itu dapat dipetiknya kehendak-kehendak yang realistis dan yang benar-benar dapat dicapai.
3. Meyakinkan kelompoknya mengenai apa-apa yang menjadi kehendak mereka, mana yang realistis dan mana yang sebenarnya merupakan khayalan.[7]
Tugas pemimpin tersebut akan berhasil dengan baik apabila setiap pemimpin memahami akan tugas yang harus dilaksanaknya. Oleh sebab itu kepemimpinan akan tampak dalam proses di mana seseorang mengarahkan, membimbing, mempengaruhi dan atau menguasai pikiran-pikiran, perasaan-perasaan atau tingkah laku orang lain.
Untuk keberhasilan dalam pencapaian suatu tujuan diperlukan seorang pemimpian yang profesional, di mana ia memahami akan tugas dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin, serta melaksanakan peranannya sebagai seorang pemimpin. Di samping itu pemimpin harus menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan bawahan, sehingga terciptanya suasana kerja yang membuat bawahan merasa aman, tentram, dan memiliki suatu kebebsan dalam mengembangkan gagasannya dalam rangka tercapai tujuan bersama yang telah ditetapkan.
B. Fungsi kepemimpinan
Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. Pada dasarnya fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu :
> Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanaan administrasi dan menyediakan fasilitasnya.
> Fungsi sebagai Top Manajemen, yakni mengadakan planning, organizing, staffing, directing, commanding, controling, dsb.
Dalam upaya mewujudkan kepemimpinan yang efektif, maka kepemimpinan tersebut harus dijalankan sesuai dengan fungsinya. Sehubungan dengan hal tersebut, menurut Hadari Nawawi (1995:74), fungsi kepemimpinan berhubungn langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok masing-masing yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada didalam, bukan berada diluar situasi itu Pemimpin harus berusaha agar menjadi bagian didalam situasi sosial keiompok atau organisasinya.
Fungsi kepemimpinan menurut Hadari Nawawi memiliki dua dimensi yaitu:
1). Dimensi yang berhubungan dengan tingkat kemampuan mengarahkan dalam tindakan atau aktifitas pemimpin, yang terlihat pada tanggapan orang-orang yang dipimpinya.
2). Dimensi yang berkenaan dengan tingkat dukungan atau keterlibatan orang-orang yang dipimpin dalam melaksnakan tugas-tugas pokok kelompok atau organisasi, yang dijabarkan dan dimanifestasikan melalui keputusan-keputusan dan kebijakan pemimpin.
Sehubungan dengan kedua dimensi tersebut, menurut Hadari Nawawi, secara operasional dapat dibedakan lima fungsi pokok kepemimpinan, yaitu:
1. Fungsi Instruktif.
Pemimpin berfungsi sebagai komunikator yang menentukan apa (isi perintah), bagaimana (cara mengerjakan perintah), bilamana (waktu memulai, melaksanakan dan melaporkan hasilnya), dan dimana (tempat mengerjakan perintah) agar keputusan dapat diwujudkan secara efektif. Sehingga fungsi orang yang dipimpin hanyalah melaksanakan perintah.
2. Fungsi konsultatif.
Pemimpin dapat menggunakan fungsi konsultatif sebagai komunikasi dua arah. Hal tersebut digunakan manakala pemimpin dalam usaha menetapkan keputusan yang memerlukan bahan pertimbangan dan berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya.
3. Fungsi Partisipasi.
Dalam menjaiankan fungsi partisipasi pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya, baik dalam pengambilan keputusan maupun dalam melaksanakannya. Setiap anggota kelompok memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan yang dijabarkan dari tugas-tugas pokok, sesuai dengan posisi masing-masing.
4. Fungsi Delegasi
Dalam menjalankan fungsi delegasi, pemimpin memberikan pelimpahan wewenang membuay atau menetapkan keputusan. Fungsi delegasi sebenarnya adalah kepercayaan ssorang pemimpin kepada orang yang diberi kepercayaan untuk pelimpahan wewenang dengan melaksanakannya secara bertanggungjawab. Fungsi pendelegasian ini, harus diwujudkan karena kemajuan dan perkembangan kelompok tidak mungkin diwujudkan oleh seorang pemimpin seorang diri.
5. Fungsi Pengendalian.
Fungsi pengendalian berasumsi bahwa kepemimpinan yang efektif harus mampu mengatur aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif, sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. Dalam melaksanakan fungsi pengendalian, pemimpin dapat mewujudkan melalui kegiatan bimbingan, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan.
Kemudian menurut Yuki (1998) fungsi kepemimpinan adalah usaha mempengaruhi dan mengarahkan karyawan untuk bekerja keras, memiliki semangat tinggi, dan memotivasi tinggi guna mencapai tujuan organisasi. Hal ini terutama terikat dengan fungsi mengatur hubungan antara individu atau kelompok dalam organisasi. Selain itu, fungsi pemimpin dalam mempengaruhi dan mengarahkan individu atau kelompok bertujuan untuk membantu organisasi bergerak kearah pencapaian sasaran. Dengan demikian, inti kepemimpinan bukan pertama-tama terletak pada kedudukannya daiam organisasi, melainkan bagaimana pemimpin melaksanakan fungsinya sebagai pemimpin. Fungsi kepemimpinan yang hakiki adalah :
• Selaku penentu arah yang akan ditempuh dalam usaha untuk pencapaian tujuan
• Sebagai wakil dan juru bicara organisasi dalam hubungan dengan pihak luar.
• Sebagai komunikator yang efektif.
• Sebagai integrator yang efektif, rasional, objektif, dan netral.
Fungsi pokok pimpinan adalah:
• Memberikan kerangka pokok yang jelas yang dapat dijadikan pegangan oleh anggotanya.
• Mengawasi, mengendalikan dan menyalurkan perilaku anggota yang dipimpin
• Bertindak sebagai wakil kelompok dalam berhubungan dengan dunia luar
Fungsi kepemimpinan itu pada pokoknya adalah menjalankan wewenang kepemimpinan, yaitu menyediakan suatu sistem komunikasi, memelihara kesediaan bekerja sama dan menjamin kelancaran serta keutuhan organisasi atau perusahaan.
Fungsi-fungsi kepemimpinan meliputi kegiatan dan tindakan sebagai berikut:
a. Pengambilan keputusan
b. Pengembangan imajinasi
c. Pendelegasian wewenang kepada bawahan
d. Pengembangan kesetiaan para bawahan
e. Pemrakarsaan, penggiatan dan pengendalian rencana-rencana
f. Pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya
g. Pelaksanaan keputusan dan pemberian dorongan kepada para pelaksana
h. Pelaksanaan kontrol dan perbaikan kesalahan-kesalahan
i. Pemberian tanda penghargaan kepada bawahan yang berprestasi
j. Pertanggungjawaban semua tindakan
C. Macam dan Tipe-tipe kepemimpinan
Dalam setiap realitasnya bahwa pemimpin dalam melaksanakan proses kepemimpinannya terjadi adanya suatu permbedaan antara pemimpin yang satu dengan yang lainnya, hal sebagaimana menurut G. R. Terry yang dikutif Maman Ukas, bahwa pendapatnya membagi tipe-tipe kepemimpinan menjadi 6, yaitu :
1. Tipe kepemimpinan pribadi (personal leadership). Dalam system kepemimpinan ini, segala sesuatu tindakan itu dilakukan dengan mengadakan kontak pribadi. Petunjuk itu dilakukan secara lisan atau langsung dilakukan secara pribadi oleh pemimpin yang bersangkutan.
2. Tipe kepemimpinan non pribadi (non personal leadership). Segala sesuatu kebijaksanaan yang dilaksanakan melalui bawahan-bawahan atau media non pribadi baik rencana atau perintah juga pengawasan.
3. Tipe kepemimpinan otoriter (autoritotian leadership). Pemimpin otoriter biasanya bekerja keras, sungguh-sungguh, teliti dan tertib. Ia bekerja menurut peraturan-peraturan yang berlaku secara ketat dan instruksi-instruksinya harus ditaati.
4. Tipe kepemimpinan demokratis (democratis leadership). Pemimpin yang demokratis menganggap dirinya sebagai bagian dari kelompoknya dan bersama-sama dengan kelompoknya berusaha bertanggung jawab tentang terlaksananya tujuan bersama. Agar setiap anggota turut bertanggung jawab, maka seluruh anggota ikut serta dalam segala kegiatan, perencanaan, penyelenggaraan, pengawasan, dan penilaian. Setiap anggota dianggap sebagai potensi yang berharga dalam usahan pencapaian tujuan.
5. Tipe kepemimpinan paternalistis (paternalistis leadership). Kepemimpinan ini dicirikan oleh suatu pengaruh yang bersifat kebapakan dalam hubungan pemimpin dan kelompok. Tujuannya adalah untuk melindungi dan untuk memberikan arah seperti halnya seorang bapak kepada anaknya.
6. Tipe kepemimpinan menurut bakat (indogenious leadership). Biasanya timbul dari kelompok orang-orang yang informal di mana mungkin mereka berlatih dengan adanya system kompetisi, sehingga bisa menimbulkan klik-klik dari kelompok yang bersangkutan dan biasanya akan muncul pemimpin yang mempunyai kelemahan di antara yang ada dalam kelempok tersebut menurut bidang keahliannya di mana ia ikur berkecimpung.[3]
Selanjutnya menurut Kurt Lewin yang dikutif oleh Maman Ukas mengemukakan tipe-tipe kepemimpinan menjadi tiga bagian, yaitu :
1. Tipe Kepemimpinan Kharismatis
Tipe kepemimpinan karismatis memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya. Kepemimpinan kharismatik dianggap memiliki kekuatan ghaib (supernatural power) dan kemampuan-kemampuan yang superhuman, yang diperolehnya sebagai karunia Yang Maha Kuasa. Kepemimpinan yang kharismatik memiliki inspirasi, keberanian, dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas kepemimpinan kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar.
2. Tipe Kepemimpinan Paternalistis/Maternalistik
Kepemimpinan paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan sifat-sifat sebagai berikut: (1) mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau anak sendiri yang perlu dikembangkan, (2) mereka bersikap terlalu melindungi, (3) mereka jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri, (4) mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif, (5) mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberikan kesempatan pada pengikut atau bawahan untuk mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri, (6) selalu bersikap maha tahu dan maha benar.
Sedangkan tipe kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan maternalistik terdapat sikap over-protective atau terlalu melindungi yang sangat menonjol disertai kasih sayang yang berlebih lebihan.
3. Tipe Kepemimpinan Militeristik
Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah: (1) lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana, (2) menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan, (3) sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan, (4) menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya, (5) tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya, (6) komunikasi hanya berlangsung searah.
4. Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator)
Kepemimpinan otokratis memiliki ciri-ciri antara lain: (1) mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi, (2) pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal, (3) berambisi untuk merajai situasi, (4) setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan sendiri, (5) bawahan tidak pernah diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan tindakan yang akan dilakukan, (6) semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas pertimbangan pribadi, (7) adanya sikap eksklusivisme, (8) selalu ingin berkuasa secara absolut, (9) sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat dan kaku, (10) pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh.
5. Tipe Kepemimpinan Laissez Faire
Pada tipe kepemimpinan ini praktis pemimpin tidak memimpin, dia membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semaunya sendiri. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikit pun dalam kegiatan kelompoknya. Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya sendiri. Pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol, tidak memiliki keterampilan teknis, tidak mempunyai wibawa, tidak bisa mengontrol anak buah, tidak mampu melaksanakan koordinasi kerja, tidak mampu menciptakan suasana kerja yang kooperatif. Kedudukan sebagai pemimpin biasanya diperoleh dengan cara penyogokan, suapan atau karena sistem nepotisme. Oleh karena itu organisasi yang dipimpinnya biasanya morat marit dan kacau balau.
6. Tipe Kepemimpinan Populistis
Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.
7. Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif
Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi, indutri, manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat.
8. Tipe Kepemimpinan Demokratis
Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik. kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.
Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat.
D. Aplikasi kepemimpinan
• Pemimpin dalam Kehidupan Sosial
Di dalam kehidupan masyarakat, selalu dapat ditemukan adanya pemimpin (leader) dan pengikut (pengikut), adanya kepemimpinan (leadership) dan kepengikutan (followership). Sehubungan dengan itu dapat dikatakan bahwa pemimpin dan kepemimpinan adalah gejala sosial (social/group phenomenon). Sejarah manusia dari abad ke abad membuktikan bahwa kehidupan setiap kelompok sosial tidak terlepas dari manusia-manusia besar yang memimpinnya.
Pemimpin itu jumlahnya tidak banyak, tetapi sangat besar pengaruhnya terhadap hidup dan kehidupan kelompok. Tanpa adanya pemimpin tidak akan ada organisasi dan perkembangan sosial. Namun demikian tidak akan ada pemimpin yang tanpa pengikut. Pemimpin dan pengikut adalah dwitunggal yang dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan.
Setiap individu memiliki kedua status tersebut, artinya dalam situasi tertentu seseorang dapat berstatus sebagai pemimpin, dan pada situasi lain berstatus hanya sebagai pengikut. Masalah pemimpin dan dan kepemimpinan, tidak terlepas dari pribadi pemimpin, peranan pengikut dan situasi sosial yang melingkunginya.
Perbedaan Pemimpin (leader) dan Kepemimpinan (leadership) dengan Pimpinan (Manager) dan Kepimpinan (Management)
Dalam kehidupan sehari-hari, tiada jarang istilah pemimpin dan kepemimpinan disamakan dengan istilah pimpinan dan kepimpinan. Praktek yang sedemikian sebenarnya kurang tepat, oleh karena antara kedua istilah itu ada perbedaannya, yaitu sebagai berikut:
1) Dalam bahasa asing, untuk pemimpin biasanya dipergunakan istilah leader, sedangkan untuk pimpinan digunakan istilah manager, eksekutif atau administrator. Kegiatan pimpinan itu biasanya disebut management yang diterjemahkan oleh beberapa pihak dengan kepimpinan, sedangkan kegiatan pemimpin disebut leadership atau kepemimpinan.
2) Lebih mudah menjadi pimpinan daripada menjadi pemimpin, karena pimpinan diangkat oleh atasan (titular leader), sedangkan pemimpin tumbuh dan muncul dari bawah (real leader). Secara intrinsik, supervision, management dan administration berhubungan dengan tingkat-tingkat di dalam organisasi, sedangkan leadership dapat dilakukan oleh siapa saja sesuai dengan situasi, yang menentukan jenis leadership yang dibutuhkan.
3) Management merupakan fungsi status atau wewenang (authority, power, perintah, paksaan, force, dan bersifat resmi), sedangkan leadership merupakan kualitas hubungan atau interaksi antara pemimpin dan pengikut (persuasi, pengaruh, wibawa, dan tidak resmi) dalam situasi tertentu.
4) Management selalu diarahkan kepada pencapaian tujuan organisasi, sedangkan leadership dapat diarahkan untuk mewujudkan keinginan pemimpin.
5) Management mempergunakan input berupa logika, rasio, finansial, bersifat impersonal, analitis dan kwantitatif, sedangkan leadership merupakan faktor-faktor pemimpin, pengikut dan situasi.
6) Management memiliki sumber-sumber organisasi yang luas untuk mendorong bawahan guna berperilaku sebagaimana yang dikehendaki, lebih lanjut ia bertanggung jawab kepada management yang lebih tinggi. Sedangkan leadership terutama menggantungkan diri pada personal resources (sumber-sumber yang dimiliki sendiri) untuk mendorong orang lain guna melakukan sesuatu yang diinginkan. Ia terutama bertanggung jawab pada orang-orang yang mendukungnya, yaitu para pengikutnya.
• Berdasarkan Sikap Pemimpin Terhadap Kekuasaan atau Organisasi
Berdasarkan sikap pemimpin terhadap kekuasaan dan organisasi, dikenal 5 tipe pemimpin, yaitu sebagai berikut:
1) Climbers, ialah tipe pemimpin yang selalu haus akan kekuasaan, prastige dan kemajuan diri, berusaha maju terus menerus dengan kekuasaan sendiri, oportunistis, agresif, suka dan mendorong perubahan dan perkembangan dan berusaha berombak terus menerus.
2) Conservers, ialah tipe pemimpin yang mementingkan jaminan dan keenakan, mempertahankan statusquo memperkuat posisi yang telah dicapai, menolak perubahan, defensifda statis. Tipe ini biasanya terdapat pada middle management atau dimiliki oleh parapejabat yang sudah lanjut usia.
3) Zealots, ialah tipe pemimpin yang bersemangat untuk memperbaiki organisasi, mengutamakan tercapainya tujuan, mempunyai visi, menyendiri aktif, agresif, bersedia menghadapi segala permusuhan dan pertentangan, tegas, mempunyai dorongan yang keras untuk maju, tidak sabaran untuk mengadakan perbaikan dan menentukan sesuatu yang baru, mementingkan kepekaan daripada human relations.
4) Advocates, ialah tipe pemimpin yang ingin mengadakan perbaikan organisasi, terutama bagiannya sendiri, mementingkan kepentingan keseluruhan organisasi daripada kepentingan diri sendiri, pejuang yang gigih dan bersemangat untuk kepentingan orang-orang dan programnya, bersedia menghadapi pertentangan apabila mendapat dukungan dari kolega-koleganya, sangat responsif terhadap ide-ide dan pengaruh orang lain, keluar bersedia mempertahankan kelompok dengan tindakan partisan, ke dalam bersikap jujur dan tidak menyebelah.
5) Statesmen, ialah tipe pemimpin yang mementingkan tujuan organisasi secara keseluruhan dan misi organisasi, berusaha berdiri di atas kepentingan-kepentingan, tidak menyukai pertentangan yang merugikan pihak-pihak yang bersangkutan, berusaha mempertemukan pertentangan.
• Tipe-tipe Berdasarkan Kekuasaan
Dalam hubungannya dengan kekuasaan, tipe pemimpin dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1) Autoraic leader, ialah tipe pemimpin yang menggantungkan terutama pada kekuasaan formalnya, organisasi dipandang sebagai milik pribadi, mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, hak dan wewenang adalah milik pribadi. Leadership adalah hak pribadi, bawahan adalah alat, ia harus mengikuti saja, tidak memberi kesempatan kepada bawahan untuk ikut mengambil bagian dalam pengambilan keputusan, tidak mau menerima kritik, saran atau pendapat, tidak mau berunding dengan bawahan, keputusan diambil sendiri, memusatkan kekuasaan untuk mengambil keputusan, mempergunakan intimidasi, paksaan atau kekuatan dan mengagungkan diri.
2) Partcipative leader, juga disebut pemimpin yang demokratis, ialah tipe pemimpin yang memandang manusia adalah manusia yang termulia, memimpin dengan persuasi dan memberikan contoh, memperhatikan perasaan pengikut, mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi pengikut, mengutamakan kepentingan organisasi dan kepentingan pengikut, senang menerima saran, pendapat atau kritik, menerima partisipasi informil dari kelompok, memanfatkan pendapat-pendapat kelompok, menunggu persetujuan kelompok, menunggu persetujuan kelompok, berunding dengan pengikut, mengutamakan kerja sama, mendesentralisasikan wewenang, memberikan kebebasan untuk bawahan untuk bertindak, menstimulir inisiatif, mendorong partisipasi pengikut dalam pengambilan keputusan, memberikan informasi yang luas kepada pengikut, membuat pengikut lebih sukses.
3) Free rein leader, disebut juga pemimpin yang liberal, ialah tipe pemimpin yang menghindari kekuasaan, tergantung pada kelompok anggota, kelompok memotivasikan diri sendiri, hanya bertindak sebagai perantara dengan dunia luar untuk menyajikan informasi kepada kelompok, tidak berhasil memahami sumbangan management, tidak dapat memahami peranan motivasi yang diberikan dan melakukan pengendalian yang minimal.
• Tipe-Tipe Berdasarkan Orientasi Pemimpin
Tipe-tipe berdasarkan orientasi pemimpin, terdiri dari dua golongan pemimpin, yaitu pemimpin yang berorientasi pada pengikut atau pegawai, dan pemimpin yang berorientasi pada produksi.
• Tipe-tipe Berdasarkan Cara Memotivasi
Dalam hal ini, terbagi dalam tipe pemimpin yang positif dan pemimpin yang positif. Pemimpin yang negatif, ialah tipe pemimpin yang menekankan kepada perangsang yang bersifat negatif, misalnya ancaman, hukuman dan lain-lain. Sedangkan tipe pemimpin yang positif, ialah pemimpin yang dalam memotivasikan pengikutnya menekankan pada pemberian hadiah.
• Tipe-tipe Berdasarkan Segi Landasan yang Dipergunakan Untuk Mempengaruhi Pengikut
Dari segi landasan yang dipergunakan oleh pemimpin untuk mempengaruhi pengikut, dapat diklasifikasikan pemimpin dalam 3 kategori sebagai berikut:
1) Pemimpin tradisional, berusaha mempengaruhi pengikutnya berdasarkan tradisi yang ada.
2) Pemimpin yang kharismatik, mempergunakan kharismanya (kesaktian, kekuatan gaib)
3) Pemimpin rasional, kadang-kadang disebut pemimpin birokratis oleh karena pemimpin tipe ini biasanya terdapat di dalam organisasi birokratis, mempergunakan rasio untuk mempengaruhi pengikutnya.
• Tipe-tipe Pemimpin Berdasarkan Kepribadiannya
Tipe-tipe pemimpin berdasarkan kepribadiannya terdiri dari 6 macam sebagai berikut:
1) Tipe ekonomis, tipe yang perhatiannya dicurahkan kepada segala sesuatu yang bermanfaat dan praktis.
2) Tipe aesthetis, yaitu tipe yang berpendapat bahwa nilai yang tertinggi terletak pada harmoni dan individualitas.
3) Tipe teoritis, yaitu tipe yang perhatian utamanya ialah menemukan kebenaran hanya untuk mencapai kebenaran, perbedaan dan rasionalitas.
4) Tipe sosial, yakni tipe pecinta orang lain, tujuan akhirnya adalah orang lain. Berhubungan dengan sifatnya yang ramah tamah, simpatik, dan tidak mementingkan diri sendiri.
5) Tipe politis, yaitu tipe yang perhatian utamanya diarahkan kepada kekuasaan, menginginkan kekuasaan perseorangan, pengaruh dan reputasi.
6) Tipe religious, yaitu tipe yang berpendapat bahwa bahwa nilai yang tertinggi ialah pengalaman yang memberikan kepuasan tertinggi dalam kehidupan spritual dan bersifat mutlak.
E. Ciri-ciri seorang pemimpin
Kejayaan sesebuah organisasi bergantung ke atas prestasi kolektif pentadbirnya, iaitu orang yang mengarah kerja dan memimpin kakitangan keseluruhannya. Pemimpin (atau Ketua Jabatan) secara bersendirian mesti mendapatkan kerjasama secara sukarela daripada rakan sejawatnya kerana proses kepimpinan memang melibatkan dua orang atau lebih. Seorang daripadanya cuba membimbing dan mendorong yang lain dalam usaha mencapai matlamat sistem. Dalam proses perhubungan Ketua Jabatan dan kakitangan, terdapat banyak aspek yang perlu diberi perhatian.
Misalnya, bagaimanakah seorang Ketua Jabatan mempengaruhi tingkah laku kakitangan supaya dapat menghasilkan output yang sempurna. Sebagai contoh dalam situasi sekolah misalnya, pengetua/guru besar dan guru-guru berusaha melahirkan pelajar yang sempurna dari segi mental, fizikal, rohani dan jasmani. Seorang pengetua/guru besar mesti mempunyai ciri-ciri kepimpinan, agar mendapat kerjasama dan diterima oleh semua kakitangan di sekolah.
Apabila seseorang itu berjaya memimpin, ini bermakna dia berjaya mempengaruhi anggota-anggota yang lain di dalam organisasi itu. Kebolehan mempengaruhi bergantung kepada unsur yang penting iaitu kuasa yang ada pada seseorang itu. Mengikut Dr Robiah Sidin (1988), dalam bukunya ‘Asas Pentadbiran Pendidikan’, beliau menegaskan bahawa secara umumnya ada dua jenis kuasa yang boleh dipegang oleh seseorang pemimpin itu. Pertama, kuasa yang datang dengan jawatannya di dalam organisasi itu dan kedua, kuasa yang berpunca daripada keadaan dirinya sendiri atau kuasa individu. Kuasa yang bersangkut paut dengan jawatan adalah penting kerana memberi kepercayaan kepada anggota-anggotanya. Walaubagaimanapun untuk seseorang itu kekal menjadi pemimpin dia mesti juga mempunyai kuasa yang berunsurkan kebolehan tersendirinya. Ini termasuklah:
1. Mentaliti
• Kebijaksanaan atau kebolehan membuat perhitungan yang jauh sebelum bertindak dengan menilai antara yang baik dan buruk berdasarkan pertimbangan ilmu dan pengalaman.
• Keberanian atau kesungguhan serta kesanggupan menghadapi cabaran dan masalah serta risiko, baik yang berpunca dari luar diri atau dalam diri sendiri.
• Mempunyai inisiatif atau tindakan yang dimulakan sendiri tanpa menunggu orang lain dating kepadanya minta bertindak.
• Mempunyai kreativiti sendiri, terutamanya dalam menyelesaikan masalah-masalah yang wujud dalam organisasi.
2. Kemasyarakatan
• Kesediaan memberi dan menerima pendapat.
• Sikap positif dan terbuka.
• Daya penggerak dan semangat juang yang kuat.
• Kebolehan berkomunikasi secara berkesan.
3. Moraliti
• Mempunyai disiplin diri yang unggul.
• Kebersihan jiwa terutamanya dari segi keadilah, amanah, ketenangan, kesabaran, keteguhan pendirian dan ketahanan diri.
• Iman yang teguh, terutama orang yang beragama Islam.
Antara ketiga-tiga ciri yang dinyatakan, moraliti adalah yang terpenting untuk menilai seseorang pemimpin sama ada baik atau buruk, berkesan atau tidak, boleh bertahan lama atau tidak.
Pemimpin memerlukan juga sikap tertentu untuk mempengaruhi orang lain. Perkara yang paling penting ialah pemimpin harus mempunyai pengertian dan tanggapan yang tajam terhadap individu-individu yang saling berurusan dengannya. Selain daripada itu seorang pemimpin juga harus mempunyai:
• Empati; iaitu kebolehan untuk memahami perasaan orang lain dan bersimpati.
• Kesedaran; akan kelemahan dan kekuatan dirinya sendiri. Sedar tentang bagaimanakah dirinya dianggap oleh orang lain. Hanya apabila ini berlaku maka barulah kepercayaan kebolehan dirinya akan timbul.
• Kebolehan: untuk melihat secara objektif akan masalah-masalah dan tingkah laku anggota-anggota lain. Pemimpin harus bersikap adil boleh memberi analisa yang adil dan tidak emosional.
Selain itu, sekiranya seseorang itu ingin menjadi pemimpin yang baik, dia hendaklah mengamalkan perkara-perkara yang diketahui, dilihat dan diterima sebagai baik:
• Seseorang pemimpin harus bersedia untuk belajar dari siapa sekalipun apa yang dia tidak tahu kerana kepimpinan itu sesuatu yang boleh terus menerus dipelajari dari latihan dan pengalaman.
• Seseorang pemimpin mesti berani memberi jawapan yang tegas kepada sesuatu yang difikirkan baik atau tidak baik kepada organisasinya.
• Seseorang pemimpin yang baik berupaya memudahkan semua kerja, dengan menjadikannya kerja-kerja biasa yang boleh dilakukan oleh kebanyakkan orang bawahannya dan tidak memerlukan pakar khusus.
• Seorang pemimpin yang baik mempunyai perhubungan baik dengan orang-orang bawahannya. Dia mengenali mereka sebagai individu-individu yang mempunyai keistimewaan tersendiri. Pada kebiasaannya, pemimpin yang baik jarang berkasar dengan orang-orang bawahannya.
• Seseorang pemimpin yang baik pandai membahagikan masa. Dia tahu bila masa bertugas dan bila masa di luar tugas dan bertindak bersesuaian dengan keadaan. Pemimpin yang tidak cekap selalu merasa runsing dan bimbang dengan hal-hal tugas di mana juga dia berada.
• Dalam sesebuah organisasi terdapat pelbagai jenis manusia: ada yang malas, ada yang rajin dan ada yang boleh diharap serta ada yang tidak boleh diharap. Seorang pemimpin yang bijak tidak lemah semangat dengan keadaan ini. Dia menerima hakikat sedemikian dan menggunakan sebaik-baiknya apa yang ada.
• Seorang Pemimpin yang baik tahu dan mahu berbincang denganorang-orang bawahannya mengenai sesuatu hal yang dia sendiri tidak pasti. Dia tidak hanya pandai mengeluarkan arahan saja.
• Seorang pemimpin yang baik mempunyai banyak pengetahuan dan pengalaman mengenai tugas dan manusia.
• Seorang pemimpin yang baik pandai memperkembangkan kebolehan bekerja orang bawahannya. Dia tahu mengagihkan tugas kepada mereka.
• Seorang pemimpin yang bijak tidak sekali-kali lemah semangat dan cepat mengaku kalah apabila berdepan dengan sesuatu masalah. Kalau masalah tidak dapat diselesaikan dengan satu cara, dia menggunakan cara lain. Dia sentiasa bersikap positif.
Melalui perbincangan mengenai ciri-ciri pemimpin berkesan di atas, beberapa kesimpulan dapat dibuat. Diantaranya ialah kepimpinan ialah perlakuan seseorang yang boleh menggerakkan orang lain untuk berfikir, merasa, bertindak dengan cara-cara tertentu. Dalam hal ini seorang pemimpin harus mengetahui keperluan dan motif orang-orang yang berkerja dengannya dan harus menitikberatkan pencapaian matlamat kumpulan. Dia juga harus berjaya mengekalkan kekuatan yang ada pada kumpulannya untuk menyelesaikan masalah dan mencapai matlamat masa depan.
Seseorang pemimpin boleh menonjolkan kepimpinannya hanya melalui penglibatannya dalam kumpulan. Dalam kumpulan pula kekerapan interaksi bersama kakitangan membolehkan keberkesanan kepimpinannya. Kalau seorang pemimpin sentiasa “bersembunyi” dalam biliknya dan tidak mempunyai masa untuk berinteraksi dengan kakitangannya, maka kepimpinannya kurang berkesan.
Kepimpinan bukan bergantung sepenuhnya kepada jawatan. Status jawatan yang disandang hanya satu daripada punca potensi kepimpinan. Kejayaan kepimpinan adalah fungsi kedua-dua kuasa; secara formal melalui jawatan dan secara tidak formal yang bukan kerana jawatan, iaitu penerimaan orang-orang bawahan .
F. Prinsip-prinsip kepemimpinan
Seorang pemimpin tentu mempunyai prinsip dalam suatu organisasi yang ia pimpin., berikut adalah prinsip dari seorang pemimpin :
1. Mampu menjadi teladan yang baik
2. Memiliki rasa tanggung jawab
3. Berani mengambil desisi an bersedia menerima resiko
4. Ciptakan sense of belonging dari para bawahan dan ciptakan sense of participation.
5. Ciptakan kerjasama yang baik di kalangan anggota.
G. Arti kepemimpinan
• Seni seorang pemimpin
1. Kepemimpinan sejati adalah yang suportif, bukan memaksakan
2. Pemimpin sejati berupaya memimpin orang lain, bukan mendorong-dorong dari belakang.
3. Kepemimpinan berarti melibatkan orang lain
4. Kepemimpinan berarti mendahulukan dan mengutamakan visi, bukan aksi.
5. Kepemimpinan berarti pemahaman bahwa orang lebih penting ketimbang benda-benda mati.
6. Kepemimpinan adalah seni, yang mesti dipelajari dan diterapkan dengan hati-hati. Jangan disalah artikan sebagai sekedar posisi.
• Kepemimpinan bukanlah bermain ego
1. Pementingan diri sendiri sebagai seorang pemimpin adalah pembunuhan terhadap diri sendiri.
2. Semangat sebuah kelompok mencerminkan semangat kepemimpinannya.
3. Ego bisa menjadi penghalang, bisa pula menjadi pelancar kreatifitas. Ego bisa membantu jika aliran energinya mengarah ke pekerjaan yang mesti dirampungkan, bukan mengarah ke dalam diri sendiri.
• Kepemimpinan sama dengan tanggung jawab
1. Pandanglah kepemimpinan bukan sebagai keglamoran, melainkan tanggung jawab
2. Jangan terlampau memikirkan opini orang lain, sebagaimana memikirkan kenyataan.
3. Jangan terpengaruh pujian atau hujatan orang lain, tidak juga reaksi personal anda. pikirkan tindakan (aksi) Anda, bagaimana menyelesaikan sebuah pekerjaan.
4. Pusatkan perhatian pada ritme-ritme yang panjang dalam sebuah proyek, bukan yang naik turun secara temporer
5. Siaplah memikul tanggung jawab baik terhadap keberhasilan maupun kegagalan
6. Menerima tanggung jawab berarti mau menerima tugas mencari jawaban-jawaban kreatif kendati konvensi mengatakan sudah tak ada lagi.
• Kepemimpinan berarti mengesampingkan kepentingan pribadi
1. Pemimpin sejati menempatkan keinginan-keinginan pribadinya di urutan paling belakang, bukan pertama
2. Pemimpin sejati tak pernah sekalipun bertanya “Apa yang saya suka?” dalam setiap kesempatan, melainkan, “Apa yang saya rasa diperlukan ?” dan apa yang tepat?”
3. Pendekatan terbaik terhadap setiap masalah adalah, “Apa yang sepertinya bakal terjadi di sini?” Kecakapan sebagai pemimpin ditunjukkan lewat kemampuannya menyesuaikan Ketidakpersonalan (impersonally)-nya dengan rangkaian kejadian yang sedang mengalir.
4. Kepemimpinan membutuhkan keterbukaan terhadap perasaan orang lain dan bukan mengesampingkannya demi alasan “lebih mementingkan tugas”. Dalam cakup yang luas, kesejahteraan merekalah yang menjadi tugasnya.
• Kepemimpinan artinya melayani
1. Pandanglah kepemimpinan sebagai sekedar pekerjaan, sebagaimana orang-orang lain.
2. Kepemimpinan berarti memberikan layanan, bukan menerimanya.
3. Kesahajaan lebih penting buat seorang pemimpin, ketimbang medali pencapaian apapun.
4. Kesahajaan adalah kejujuran terhadap diri sendiri
5. Jika Anda orang yang taat beragama, pandanglah Tuhan sebagai yang menentukan segalanya; Jadikan karya anda sebagai persembahan untuk-Nya.
• Kepemimpinan berarti loyalitas
1. Bekerjasamalah dengan orang lain menurut keadaan mereka, bukan mau anda atas diri mereka.
2. Bekerjasamalah dengan segala sesuatunya sebagaimana lazim, bukan semau-mau anda.
3. Bersabarlah. Pahamilah bahwa memberikan sudut pandang baru kepada orang lain itu membutuhkan waktu.
4. Untuk mendapatkan loyalitas anak buah, lebih dulu curahkanlah perhatian pada loyalitas Anda sendiri.
5. Untuk memenangi cinta, berikanlah cinta, cinta anda, terlebih dulu.
6. Saat mengoreksi orang lain, pikirkan kesiapan dia untuk mendengarnya.
7. Lebih dahulu, bersikalah loyal kepada diri anda sendiri
• Kepemimpinan adalah intuisi yang dibimbing oleh akal sehat
1. Pemimpin bijak lebih menaruh perhatian pada apa yang memang terjadi ketimbang apa yang dia inginkan.
2. Dia lebih mementingkan apa yang bisa memberikan hasil, bukan sekedar opini-opini, atau bahkan opininya sendiri.
3. Dia lebih menghargai kebenaran daripada apa yang dia pikir tepat.
4. Seorang pemimpin yang bijak bisa meyakinkan orang lain dengan alasan yang masuk akal, atau dengan daya tarik keyakinannya sendiri, dan tak pernah menggunakan “otoritas keluar (outward authority)” dari posisinya ataupun pengalamannya masa lalu.
5. Pendukung yang diskriminatif (dalam arti positif, red) perlu ditumbuhkembangkan, bukan sekedar dibuat yakin.
6. Waspadalah ketika mendasarkan alasan pengajuan rencana anda cuma pada pijakan intuisi. Cobalah untuk menyampaikan ide-ide anda dengan cara yang mengundang tanggapan cerdas.
7. Gunakan selalu akal sehat sebagai panduan.
8. Akal sehat adalah kemauan untuk belajar dari pengalaman.
9. Akal sehat dan intuisi bisa digunakan seiring dan sejalan, masing-masing saling memberikan kejernihannya. Akal sehat menelaah intuisi. Dan, intuisi mengilhami akal sehat agar selalu meraba-raba dibalik apa yang telah dikenali menuju ladang terbuka yang belum dikenali.
• Keluwesan dalam kepemimpinan
1. Terbukalah untuk mengakui kekeliruan Anda. Ingat, hanya kebenaran yang akhirnya akan menang.
2. Biarkan ide-ide anda mengalir lancar. Camkanlah bahwa kesempurnaan bukanlah hal yang mesti diutamakan, melainkan arah.
3. Adaptasikan tindakan anda dengan kenyataan.
4. Hadapi setiap situasi yang muncul dengan cara yang segar. Pandanglah sebagaimana adanya.
4. Jangan terlalu banyak membikin aturan, karena aturan yang terlampau banyak justru bisa menghancurkan upaya anda.
5. Terbukalah terhadap sudut pandang otang lain; mungkin mereka lebih baik dari sudut pandang anda sendiri
6. Berusahalah untuk memusatkan pada diri anda yang lebih dalam, dan bersandarlah disitu.
• Tindakan dalam kepemimpinan
1. Kepemimpinan berarti tindakan atau aksi, bukan sekedar ide-ide bagus untuk bertindak
2. Jangan menghabiskan begitu banyak energi untuk membuat rencana, sehingga tak tersisa lagi untuk melaksanakan rencana itu.
3. Tindakan munculnya kreatifitas.
4. Hampir semua tindakan jauh lebih baik ketimbang diam berlama-lama, akibat tak ada keputusan yang pasti
• Kepemimpinan berarti member dukungan
1. Berusahalah untuk memperbesar kemampuan anak buah anda, dalam soal kreatifitas, dan juga kualitas kepemimpinan mereka.
2. Beri dorongan kepada mereka dalam proyek yang mereka jalankan.
3. Biarkan mereka belajar dari kesalahan mereka sendiri.
4. Terbukalah untuk kompromi. Jangan mengharap lebih dari apa yang bisa mereka berikan. Jika terpaksa, perluas cakrawala pandang mereka sedikit demi sedikit.
5. Ajaklah mereka untuk mendukung, bukan untuk memerintahkan.
6. Terima saja otoritas anda sebagaimana yang mereka berikan.
7. Jangan pernah melimpahkan pekerjaan yang anda sendiri tidak mau mengerjakannya.
PEMBAHASAN
Dalam setiap organisasi tentu mempunyai seorang pemimpin. Seperti yang telah kita tahu, bahwa setiap pemimpin tentu mempunyai tugas dan tanggung jawab. Dapat dikatakan seorang pemimpin yang sukses, bila tugas dan kewajiban seorang pemimpin dapat terpenuhi. Tidak perlu suatu kelompok yang besar dalam tugas kepemimpinan. Dalam contoh ruang lingkup yang kecil contohnya seorang ayah.
Seorang ayah adalah seorang pemimpin dalam keluarga. Seorang ayah tentu mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin keluarga. Tugas seorang ayah salah satunya adalah mencari nafkah, dan kewajiban seorang ayah adalah melindungi anggota keluarga. Dalam tugas seorang ayah sebagai pemimpin tak lepas dari seseorang yang mendukung berjalannya tugas trersebut ialah seorang ibu.
Ibu membantu ayah dalam suatu kepemimpinan dalam rumah tangga. Ketika seorang ayah tidak dirumah, ibu pasti menggantikan tugas ayah dirumah untuk menjaga anak-anaknya. Disini terlihat bahwa seorang pemimpin, atau kepemimpinan takkan berjalan sesuai ytang diinginkan bila tanpa orang-orang yang mendukung dibelakangnya.
Hal ini berbeda jika kepemimpinan dalam sebuah organisasi. Dalam sebuah organisasi tentu mempunyai satu orang yang menjadi pemimpin. Seperti halnya pemimpin di Negara ini. Mempunyai seorang pemimpin yang berupa presiden dan wakil presiden. Tugas seorang presiden adalah mempimpin Negara. Hal tersebut adalah tugas yang berat. Karena untuk mengatur seluruh rakyat di negeri ini tidaklah hal yang mudah. Untuk memimpin diri sendiri saja terkadang kita mengalami kesulitan-kesulitan yang berarti.
Untuk melakukan kepemilihan pemimpin pula perlu melihat dari sikap dan sifat seorang pemimpin. Apakah telah memenuhi criteria kepemimpinan seperti yang kita harapkan. Kita sebagai warga Negara tentu mempunyai kewajiban untuk membantu kepala Negara dalam membawa Negara menuju yang lebih baik. Tidak hanya menyalahkan seorang kepala Negara. Karena telah kita ketahui segala visi dan misi Negara akannterlaksana apabila pemimpin dan rakyatnya saling berkerjasama dalam membangun visi, misi dan tujuan Negara yang dicita-citakan.
DAFTAR PUSTAKA
http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/ezines-and-newsletters/2012222-tipe-tipe-kepemimpinan/#ixzz1dZJQICSK
http://belajarpsikologi.com/tipe-tipe-kepemimpinan/
http://www.ideelok.com/opini-dan-ulasan/tipe-tipe-tipologi-pemimpin-leader
http://kawakib06.multiply.com/journal/item/6
http://kulanzsalleh.com/ciri-ciri-pemimpin-yang-baik/
http://referensi-kepemimpinan.blogspot.com/2009/03/tugas-dan-fungsi-pemimpin.html
Langganan:
Postingan (Atom)
